Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mendorong Perum Bulog berbareng pemerintah wilayah (Pemda) memperkuat langkah stabilisasi nilai beras dan minyak goreng melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif. Menurutnya, upaya tersebut perlu kembali digencarkan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan.
"Apakah tidak bisa kita lakukan Gerakan Pangan Murah nan masif seperti nan dulu lagi," kata Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi nan dirangkaikan dengan Pembahasan Kelancaran Distribusi Bahan Bakar Minyak dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Tomsi menjelaskan, perkembangan nilai beras dan minyak goreng saat ini memerlukan perhatian serius lantaran tekanan inflasi komoditas tersebut telah terjadi di masing-masing 152 dan 109 kabupaten/kota pada minggu keempat Juli 2026. Dia menilai penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah secara luas pernah terbukti efektif mengendalikan gejolak harga, nan saat itu sukses menurunkan jumlah wilayah terdampak kenaikan nilai hingga hanya sekitar 50 daerah.
Selain itu, dia turut menyoroti tingginya disparitas nilai bawang putih dari tingkat pemasok hingga pengecer. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan perlunya pengawasan nan lebih ketat terhadap rantai pengedaran agar margin nilai tetap berada dalam pemisah nan wajar.
Lebih lanjut, Tomsi membujuk seluruh kementerian, lembaga, dan Pemda memperkuat sinergi dalam mengawasi pengedaran komoditas pangan sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan nilai nan terjangkau.
"Dalam proses distribusinya ini juga perlu kita pahami berbareng untuk kita bisa menjaga kepantasan nilai bawang putih tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa Bulog telah merencanakan Gerakan Pangan Murah nan bakal digelar pada awal Agustus. Ia mengatakan, operasi pasar alias Gerakan Pangan Murah tersebut bakal berjalan secara serentak di seluruh Tanah Air dan berfokus pada komoditas beras.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Satgas Pangan Polri, Kejaksaan, serta jejeran Pemda dari seluruh Indonesia.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·