Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemda di Regional Jawa-Bali

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemda di Regional Jawa-Bali Mendagii memberikan apresiasi(Kemdagri)

PEMERINTAH Provinsi Bali meraih dua penghargaan dalam arena Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali nan digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Marriott, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tadi malam. Bali menjadi satu-satunya provinsi nan sukses memperoleh penghargaan di dua kategori sekaligus, ialah penanggulangan kemiskinan dan stunting serta pengendalian inflasi.

Penghargaan tersebut diberi­kan sebagai corak apresiasi pemerintah pusat terhadap keahlian pemerintah wilayah dalam mengatasi beragam persoalan strategis, mulai pengangguran, kemiskinan, stunting, inflasi hingga penemuan pembiayaan pembangunan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan banyak kepala wilayah nan menunjukkan keahlian positif dalam menjalankan pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Terlepas dari adanya beberapa wilayah nan mungkin sedang menghadapi masalah hukum, faktanya cukup banyak kepala wilayah nan peduli, berprestasi, dan bisa menangani kemiskinan serta pengangguran dengan baik,” kata Tito dalam sam­butannya.

Menurut Tito, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah wilayah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas program pembangunan.

Ia juga mengungkapkan pemerintah bakal melanjutkan proses pertimbangan terhadap keahlian pemerintah wilayah melalui gelombang penilaian berikutnya nan mencakup sekitar 6.000 wilayah dengan kategori nan berbeda. Penilai­an bakal dilakukan hingga ­akhir November mendatang.

Tito menegaskan seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis parameter nan terukur. “Saya awasi langsung proses penilaiannya. Penilaian ini menggunakan angka-angka kuantitatif nan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut dia, sistem penilai­an nan kompetitif diperlukan untuk mendorong wilayah mempertahankan dan meningkatkan keahlian mereka. Daerah nan sukses diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Stabilitas Politik

Selain memberikan penghargaan, Kemendagri menekankan pentingnya stabilitas politik dan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Tito mengatakan pembangunan ekonomi dan sosial tidak bakal melangkah optimal tanpa situasi politik nan kondusif. “Tanpa adanya situasi politik nan kondusif, program pembangunan bentuk maupun ekonomi tidak bakal melangkah dengan maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah terus memantau sejumlah parameter utama kesejahtera­an masyarakat seperti tingkat pengangguran, nomor kemiskinan, prevalensi stunting dan laju inflasi. Menurutnya, parameter tersebut menjadi ukuran keberhasilan pemerintah wilayah dalam menjalankan program pembangunan.

Terkait dengan inflasi, Tito menyebut kondisi nasional tetap terkendali dan berada dalam rentang sasaran nan ditetapkan pemerintah. “Inflasi tiap minggu kita pantau secara nasional. Alhamdulillah berada di nomor 3,0%, di bawah sasaran maksimal 3,5%. Ini sasaran nan bagus. Artinya ekonomi tetap bergerak dan inflasi dapat dikendalikan,” ujarnya.

Dibuka Sri Sultan

Acara penghargaan tersebut dibuka Gubernur Daerah Isti­mewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sri Sultan menegaskan penghargaan nan diberikan bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan juga pengakuan atas keberhasilan pemerintah wilayah dalam menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan malam ini bukan sekadar apresiasi simbolis, melainkan konfirmasi bahwa kebijakan nan tepat ketika dilaksanakan dengan kesungguhan dapat menghasilkan perubahan nan terukur dalam kehidupan nyata,” kata Sri Sultan.

Menurutnya, tata kelola pemerintahan nan baik merupakan investasi jangka panjang nan manfaatnya bakal dirasakan masyarakat hingga generasi mendatang.

“Ia tidak selalu menghasilkan tepuk tangan hari ini, tetapi bakal meninggalkan jejak nan dirasakan generasi berikutnya,” ujarnya.

Sri Sultan juga memberikan apresiasi kepada seluruh kepala wilayah nan sukses meraih penghargaan. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tetap bisa menghasilkan prestasi meskipun dihadapkan pada beragam keterbatasan dan tantangan.

“Yang dilakukan para kepala wilayah bukan hanya prestasi, melainkan juga inspirasi nyata bahwa di tengah segala keter­batasan dan kompleksitas tantangan, pengabdian kepada rakyat tetap bisa menghasilkan capaian nan membanggakan,” katanya.

Empat Kategori Penghargaan

Dalam arena tersebut, Kemendagri memberikan penghargaan dalam empat kategori strategis, ialah penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, creative financing alias pembiayaan kreatif, serta pengendalian inflasi.

Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan terbaik I dan DI Yogyakarta menjadi terbaik II.

Untuk tingkat kabupaten, Kabupaten Kulonprogo meraih terbaik I, disusul Kabupaten Pacitan sebagai terbaik II dan Kabupaten Jombang sebagai terbaik III. Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Kudus masuk daftar cadangan.

Pada tingkat kota, Kota Magelang menjadi terbaik I, diikuti Kota Surakarta sebagai terbaik II dan Kota Denpasar sebagai terbaik III. Kota Batu dan Kota Tangerang ditetapkan sebagai wilayah cadangan.

Pada kategori penanggu­langan kemiskinan dan stun­ting, Provinsi Bali meraih penghargaan terbaik I, sedangkan Jawa Barat menempati posisi terbaik II.

Keberhasilan Bali juga tecermin di tingkat kabupaten. Kabupaten Badung menjadi terbaik I, Kabupaten Gianyar terbaik II, dan Kabupaten Tabanan terbaik III. Kabupaten Jembrana, Klungkung, dan Bangli masuk daftar cadangan.

Sementara itu, Kota Denpasar meraih penghargaan terbaik I di tingkat kota, diikuti Kota Surabaya sebagai terbaik II dan Kota Tangerang Selatan sebagai terbaik III.

Pada kategori creative financing, Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan terbaik I dan Provinsi Banten menjadi terbaik II.

Di tingkat kabupaten, Kabupaten Madiun menjadi terbaik I, disusul Kabupaten Sleman sebagai terbaik II dan Kabupaten Gianyar sebagai terbaik III. Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Karawang masuk daftar cadangan.

Untuk tingkat kota, Kota Surabaya meraih penghargaan terbaik I, diikuti Kota Bogor sebagai terbaik II dan Kota Semarang sebagai terbaik III.

Pada kategori pengendalian inflasi, Bali kembali mencatat prestasi dengan meraih penghargaan terbaik I tingkat provinsi. Posisi terbaik II diraih DI Yogyakarta dan terbaik III diraih Jawa Tengah.
Pada tingkat kabupaten, Kabupaten Garut meraih penghargaan terbaik I, disusul Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Majalengka masing-masing sebagai terbaik II dan terbaik III.
Di tingkat kota, Kota Cirebon menjadi terbaik I, diikuti Kota Sukabumi sebagai terbaik II dan Kota Probolinggo sebagai terbaik III.

Melalui penghargaan tersebut, Kemendagri berambisi pemerintah wilayah terus memperkuat tata kelola pemerintahan, menjaga stabilitas ekonomi daerah, meningkatkan penemuan pembangunan, serta mempercepat penanganan persoalan sosial demi meningkatkan kesejahtera­an masyarakat. Bali menjadi wilayah nan paling menonjol dalam arena tahun ini setelah sukses meraih penghargaan pada dua kategori strategis sekaligus. (AT/E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑