
Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Perluas Akses UMKM ke Pasar Digital (Foto: Mendag/Okezone)
JAKARTA - Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform e-commerce pertama nan bekerja-sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam pengembangan program Pilihan Busan, nan ditujukan untuk memperluas akses pasar produk UMKM lokal.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan hadirnya etalase unik Pilihan Busan di Tokopedia nan menampilkan lebih dari 110 produk UMKM dari Solo dan sekitarnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kerja sama dengan platform digital menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu produk-produk UMKM mendapatkan ruang nan lebih luas di pasar.
"Teman-teman, kita mau produk-produk UMKM kita nan banyak sekali bagus mendapatkan pasar, tempat, dan etalase. Dengan e-commerce, kita lebih mudah mencari produk itu. Apa namanya? Discovery commerce,” katanya seperti dikutip, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Budi menilai akses pasar tetap menjadi salah satu kebutuhan krusial bagi pelaku UMKM. Produk nan baik, menurut dia, tetap memerlukan kanal nan bisa mempertemukannya dengan konsumen.
Kemendag terus mendorong beragam program nan dapat memperkuat posisi produk lokal, termasuk melalui Pengamanan Pasar Dalam Negeri.
“Kita mau produk-produk kita semakin bisa menguasai pasar dalam negeri. Pasar nan besar itu kita mau diisi oleh produk-produk lokal, nan kebanyakan dari UMKM,” ujar Budi.
Platform Pertama nan Berkolaborasi
Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, kerjasama dengan Pilihan Busan menjadi langkah krusial dalam memperluas akses pasar UMKM melalui ekosistem digital. Dia menyebut Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform e-commerce pertama nan bekerja-sama dalam program tersebut.
Menurut Stephanie, perkembangan e-commerce saat ini juga mulai bergeser dari pola perdagangan konvensional menuju discovery commerce. Dalam pola konvensional, produk biasanya hanya di-listing dan menunggu pembeli. Sementara dalam discovery commerce, konten dapat membantu produk menemukan calon konsumennya.
“Kalau di conventional commerce, biasanya produk itu di-listing dan menunggu pembeli. Jadi pembeli kudu mencari produk. Tetapi di era discovery commerce, produk nan bisa mencari pembelinya melalui konten,” ujarnya.
Stephanie mengatakan, perubahan tersebut membuka kesempatan baru bagi UMKM untuk menjangkau pasar nan lebih luas. “Kami percaya bahwa ini dapat mengakselerasi pertumbuhan dan juga memperluas akses pasar untuk banyak pelaku UMKM di Solo dan juga di sekitarnya,” katanya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·