Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |22:51 WIB

Transisi Energi RI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Indonesia melakukan transisi daya bersih nasional dengan mengembangkan ekosistem hidrogen hijau untuk sektor transportasi dan industri di Indonesia. Inovasi mobil berbasis green hydrogen, Hydrogen Refueling Station (HRS), serta pemanfaatan daya terbarukan seperti surya dan panas bumi sebagai solusi rendah emisi.
Langkah ini dilakukan sebagai strategi jangka panjang untuk mendorong dekarbonisasi, memperkuat ketahanan daya domestik, dan mendukung sasaran Net Zero Emission 2060 melalui pembangunan ekosistem kendaraan ramah lingkungan nan terintegrasi dari produksi hingga prasarana pengisian.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju era nan lebih hijau dan berkelanjutan.
“IIMS menjadi wadah strategis untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat. Kami mendorong penemuan kendaraan berbasis daya bersih, termasuk hidrogen, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam pengembangan industri otomotif ramah lingkungan,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, beberapa waktu lalu.
Menanggapi perihal tersebut, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa pengembangan green hydrogen merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mempercepat transformasi daya nasional.
“PLN Indonesia Power tidak hanya konsentrasi pada penyediaan listrik, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi daya bersih masa depan. Pengembangan green hydrogen menjadi salah satu pilar krusial kami dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan industri, sekaligus memperkuat ketahanan daya nasional berbasis sumber daya domestik,” ujar Bernadus, Sabtu (28/2/2026).
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·