Kemarau Picu Karhutla dan Krisis Air Bersih di Klaten

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kemarau Picu Karhutla dan Krisis Air Bersih di Klaten ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai menghadapi akibat dobel akibat musim kemarau. Wilayah tersebut sekarang berjuang mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus krisis pasokan air bersih di sejumlah titik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah mengerahkan tim campuran untuk menangani dua kondisi kedaruratan tersebut sejak akhir pekan lalu.

Karhutla di Kecamatan Pedan

Insiden pertama nan ditangani adalah kebakaran lahan seluas tiga hektare di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, pada Sabtu (20/6) sore sekitar pukul 15.45 WIB. Beruntung, api sukses dipadamkan sebelum meluas ke pemukiman.

“Berdasarkan hasil kaji sigap di lapangan, pemicu kebakaran lahan tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Api kemudian menjalar ke area rumput kering dan diperparah oleh embusan angin kencang,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (22/6).

Menyikapi kejadian ini, BPBD Kabupaten Klaten mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka, terutama di area nan berdekatan dengan vegetasi kering selama cuaca terik.

Krisis Air Bersih di Kecamatan Kemalang

Selain ancaman api, kekeringan mulai mencekik penduduk di lereng Gunung Merapi. Pada hari nan sama dengan kejadian karhutla, BPBD Klaten melakukan intervensi darurat dengan mendistribusikan 60.000 liter air bersih alias setara 12 truk tangki kepada penduduk di Kecamatan Kemalang.

Langkah ini diambil menyusul penurunan debit air secara drastis pada sejumlah sumber air domestik nan selama ini menjadi tumpuan masyarakat sehari-hari. Penyaluran air bersih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga penduduk terdampak.

Puncak Kemarau Agustus-September

BNPB mengingatkan bahwa kondisi ini merupakan peringatan awal bagi pemerintah wilayah di Jawa Tengah. Puncak musim tandus diperkirakan baru bakal terjadi pada periode Agustus hingga September mendatang.

“Kami terus mengimbau pemerintah wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, baik melalui manajemen persediaan air bersih maupun penegakan pengawasan di titik-titik rawan api guna mencegah eskalasi musibah nan lebih besar,” pungkas Abdul.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia