Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah petani di Desa Ujungmanik, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mendongkel bongkahan tanah (lungka) di lahan pertanian mereka untuk dijual lantaran tidak bisa dipakai lagi untuk bercocok tanam. Bongkahan tanah tersebut dijual lantaran lahan pertanian kering imbas tandus panjang.
"Ya lantaran tandus jadi para petani kan di sini dongkel lungka itu buat menunjang keseharian, ya lantaran tidak bisa ditanami palawija gitu," ujar salah satu petani berjulukan Kholiq kepada CNN Indonesia TV.
Bongkahan tanah tersebut dijual sebagai tanah uruk yang dapat digunakan untuk bahan membangun rumah. Kholiq mengatakan satu truk berisi bongkahan tanah dihargai sebesar Rp140.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kholiq mengakui keputusan untuk menjual tanah tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari. Pasalnya penduduk khususnya petani tidak bisa lagi mengandalkan penghasilan dari hasil tanaman selama musim kemarau.
"Hasil penjualan tanah ini menjadi pengganti sumber penghasilan penduduk untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, terutama saat lahan kering menyebabkan kandas panen," katanya.
Salah satu pengemudi truk Karsim Siswandi mengatakan tanak urukan tersebut banyak dibutuhkan oleh pemilik rumah saat musim kemarau.
"Ini dibeli untuk uruk rumah lantaran musim tandus itu tanahnya kan labil kayak gitu jadi diuruk lah ini," ucap Karsim kepada CNNIndonesia TV.
Lebih lanjut, Karsim mengatakan pengemudi truk tersebut dapat mengangkut bongkahan tanah hingga lima kali dalam sehari demi memenuhi permintaan urukan di beragam desa.
Kekeringan nan melanda wilayah Jawa Tengah selama kurang lebih 4 bulan ini diprediksi tetap bakal berjalan hingga penghujung September 2026.
(knf/dal)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·