Kemarau Panjang Mulai Berdampak Turunnya Debit Air di Kota Sukabumi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kemarau Panjang Mulai Berdampak Turunnya Debit Air di Kota Sukabumi DISTRIBUSI: BPBD dan Perumdam Tirta Bumi Wibawa mendistribusikan support air bersih ke SLB A Budi Nurani di Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros.(MI/Benny Bastiandi)

KEMARAU panjang di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai berakibat pada penurunan debit sumber air bersih di beberapa titik. Masyarakat pun diimbau tetap tenang namun tetap waspada menghadapi krisis air bersih ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan terjadinya hari tanpa hujan sejak beberapa pekan terakhir mulai berakibat terhadap debit air nan sudah menurun. Kondisi ini kudu diwaspadai lantaran pasokan air berkurang.

"Kemarau panjang sudah terjadi. Dampaknya, terjadi penurunan debit sumber air bersih di beberapa titik Kota Sukabumi. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada menghadapi krisis air bersih ini," kata Yoseph, Rabu (17/6).

Selain penurunan pasokan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga, kata Yoseph, BPBD juga mewaspadai meningkatnya akibat kebakaran lahan akibat vegetasi nan mengering. BPBD sudah memetakan wilayah nan rawan terdampak kemarau.

"Kami mengingatkan masyarakat agar menghemat air. Sementara ini gunakan air hanya untuk kebutuhan pokok, seperti memasak dan minum. Tampung sisa air bersih jika memungkinkan. Kemudian selalu mengecek pipa alias kran air untuk memastikan tidak ada kebocoran. Upaya krusial lainnya, hindari membakar sampah, terutama di area terbuka dan lahan kosong," tegas Yoseph.

Yoseph mengaku, BPBD berbareng lembaga mengenai terus bersiaga menghadapi akibat tandus panjang. Termasuk mengupayakan menyalurkan support air bersih ke wilayah nan terdampak paling parah. 

"Jika mengalami krisis air bersih nan mendesak, penduduk bisa segera melaporkan langsung kepada kami alias melalui aparatur wilayah pemerintahan setempat," pungkasnya. (BB/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia