loading...
Selat Hormuz. FOTO/ viet
LONDON - Sejak bulan lalu, organisasi internasional telah diingatkan tentang pentingnya Selat Hormuz untuk mendukung perekonomian global.
Di luar guncangan pasar, ada akibat nan lebih langsung: gangguan terhadap support pangan nan berpotensi memicu kelaparan terburuk dalam sejarah.
Menurut lembaga bantuan, kontainer makanan unik nan awalnya dikirim dari Dubai melalui Selat Hormuz kudu dikembalikan ke penyimpanan Program Pangan Dunia (WFP).
Selain itu, sekitar 70.000 metrik ton pasokan makanan juga dilaporkan terhenti setelah jalur pelayaran strategis tersebut ditutup.
Karena mereka nan kudu berpuasa menjadi kelaparan dan mereka nan sakit semakin parah, para mahir logistik sekarang berjuang untuk menemukan rute pengganti untuk mengirimkan pasokan makanan.
Perempuan dan anak-anak termasuk di antara golongan nan paling terdampak oleh krisis kelaparan di seluruh dunia. Foto Agensi
Perempuan dan anak-anak termasuk di antara golongan nan paling terdampak oleh krisis kelaparan di seluruh dunia. Foto Agensi
Krisis ini berisiko mempersulit mereka nan sudah terdampak untuk memperoleh penghidupan, terutama di negara-negara nan dilanda bentrok seperti Sudan dan Somalia, nan menghadapi kelaparan hebat.
WFP memperkirakan bahwa akibat langsung bentrok bakal menyebabkan jumlah orang nan mengalami kerawanan pangan akut meningkat sebesar 24 persen di Asia, Afrika Barat (21 persen), Afrika Tengah (17 persen), Afrika Timur dan Selatan (16 persen), Amerika Latin, Karibia, Asia Barat (21 persen), Afrika Tengah (17 persen), Afrika Timur dan Selatan (16 persen), Amerika Latin, Karibia, Asia Barat dan Afrika Utara (14 persen).
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·