Mark Lee(Doc Instagram/onyourm__ark)
DUA bulan setelah mengakhiri hubungan selama satu dasawarsa dengan SM Entertainment, perwakilan dari rapper dan penyanyi asal Kanada, Mark Lee, mengumumkan bahwa Mark resmi mendirikan agensinya sendiri nan diberi nama Upper Room pada 4 Juni 2026.
Dalam agensi independen ini, mantan personel NCT tersebut bakal bertindak sebagai co-CEO sekaligus kreator, sebagaimana dikonfirmasi melalui pengumuman resmi perusahaan di media sosial Instagram.
Mark sendiri memulai debutnya di industri intermezo pada tahun 2016 sebagai bagian dari K-pop supergroup NCT. Ia merupakan personil inti nan memegang peran krusial di beragam subunit terkenal seperti NCT 127 dan NCT Dream.
Kontrak eksklusifnya berbareng SM Entertainment telah resmi berhujung pada bulan April lalu, nan kemudian diikuti dengan keputusan besarnya untuk meninggalkan grup nan telah membesarkan namanya tersebut.
Upper Room didirikan oleh Mark berbareng dengan rekan-rekan kerja nan selama ini telah bekerja-sama erat dengannya. Pihak agensi menyatakan bahwa perusahaan ini bakal berfaedah sebagai titik awal bagi musik, visi, dan beragam proyek nan bakal dia kejar di masa depan, menandai awal dari babak baru.
Mark berencana untuk menjalankan agensi ini sebagai perusahaan nan memproduksi beragam konten berbasis musik. Pihak manajemen juga menjelaskan bahwa nama agensi ini mencerminkan sebuah tempat di mana orang-orang dengan pemikiran serupa berkumpul untuk berbagi buahpikiran dan menjelajahi kesempatan baru.
Nama Upper Room juga membawa signifikansi alkitabiah nan kuat, mengingat Mark memang sering menunjukkan identitas imannya dalam beberapa kesempatan. Istilah Upper Room merujuk pada ruangan tempat Perjamuan Terakhir berjalan dalam Injil Markus, teks nan penulisnya berbagi nama bahasa Inggris nan sama dengan Mark Lee.
Video peluncuran perusahaan tersebut apalagi mereferensikan secara singkat quote alkitab Mark 14:12-15. Selain itu, unggahan terbaru mereka di IG juga menyertakan quote Matius 6:33.
Bersama dengan pengumuman tersebut, disematkan pula sebuah pesan mendalam nan ditulis langsung oleh Mark,
"Dalam pandangan saya, Upper Room tempat nan dipersiapkan ini menyimpan sesuatu nan melampaui bentuk, sebuah kesiapan nan tenang sebuah momen nan tertangguhkan tepat sebelum segalanya dimulai. Ada kehadiran di dalamnya tidak keras, tapi tidak bisa disangkal,” tulisnya.
Kemudian dia melanjutkan, “Keheningan nan terasa nyaris sakral seolah-olah dia telah menunggu, jauh sebelum kedatangan. Bukan kosong, tapi berkumpul. Bukan sunyi, tapi mendengarkan. Dan di dalamnya sebuah bunyi mulai terbentuk.”
Fenomena Tren Idola K-Pop Mendirikan Agensi Mandiri
Keputusan Mark Lee mendirikan agensi independen memperpanjang tren pujaan K-pop papan atas nan keluar dari agensi nan membesarkan mereka demi membangun label mandiri.
Fenomena ini memicu pergeseran industri dengan hasil nan beragam, mulai dari kesuksesan seperti Jay Park dengan AOMG pada 2013 dan PSY dengan P Nation pada 2019, hingga kasus penuh gejolak seperti INB100 nan didirikan Baekhyun, Chen, dan Xiumin EXO nan berujung pada tuntutan pemutusan perjanjian akibat masalah transparansi pembayaran pada April 2026.
Di sisi lain, langkah ini juga diambil oleh personil BLACKPINK seperti Jennie (ODD ATELIER), Lisa (LLOUD), dan Jisoo (BLISSOO) nan tetap aktif mengelola pekerjaan mereka.
Meski begitu, sejarah mencatat bahwa label milik pujaan nan bisa sukses berkembang melampaui nama besar pendirinya sendiri tetap sangat langka.
Sumber: Forbes, Korea Times
English (US) ·
Indonesian (ID) ·