Kelompok Desil yang Diprioritaskan Menerima Subsidi Saldo Rekening Rp50 Ribu

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Kelompok Desil nan Diprioritaskan Menerima Subsidi Saldo Rekening Rp50 Ribu Ilustrasi rekening bank(Antara Foto)

PEMERINTAH melakukan pencocokan info (overlay) lintas kementerian dan lembaga (K/L) untuk mengidentifikasi calon penerima program penyediaan rekening bank massal. Masyarakat nan berada dalam golongan desil 1-4 diprioritaskan mendapatkan subsidi saldo awal rekening sebesar Rp50 ribu per orang.

Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Erdiriyo, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan secara berjenjang dengan menyasar segmen masyarakat nan selama ini belum terjangkau jasa perbankan formal.

"Karena saldo awal ini menggunakan duit rakyat, pakai APBN, maka nan berkuasa untuk mendapatkan subsidi saldo awal itu adalah di segmen 1-4 desilnya. Nah, oleh lantaran itu kami sedang melakukan overlay di data," ujar Erdiriyo dalam konvensi pers Financial Health Pathways Forum di Jakarta, Kamis (15/10).

Kelompok Sasaran dan Mekanisme Pencocokan Data

Pemerintah telah memetakan beberapa golongan masyarakat utama nan menjadi prioritas dalam program ini, antara lain:

  • Pelajar dan Santri: Menyasar pelajar berumur 17 tahun ke atas, siswa madrasah, dan santri di beragam jenjang pendidikan. Untuk golongan ini, pemerintah mencocokkan info dari Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Dukcapil, serta Kementerian Agama.
  • Perempuan: Fokus pada peserta Keluarga Berencana (KB), wanita kepala keluarga, dan orang tua tunggal (single parent) melalui pencocokan info Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
  • Pelaku Usaha: Menyasar pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), termasuk mereka nan terdaftar sebagai personil koperasi.

Erdiriyo menambahkan, unik untuk lingkungan pendidikan di bawah Kementerian Agama, penyisiran info dilakukan secara mendalam mengingat adanya tingkatan nan berbeda pada golongan madrasah dan pesantren.

Statistik Inklusi Keuangan:

Berdasarkan info pemerintah, saat ini terdapat sekitar 47,5 juta masyarakat Indonesia nan belum mempunyai rekening bank (unbanked). Program ini diharapkan menjadi solusi untuk memperkecil nomor tersebut secara bertahap.

Untuk menyukseskan program penyediaan rekening massal ini, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp3,8 triliun. Penyaluran subsidi saldo awal bakal dilakukan melalui dua bank milik negara, ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).

Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tidak hanya sekadar memberikan akses bentuk terhadap perbankan, tetapi juga memperkuat literasi dan inklusi finansial nasional secara menyeluruh. (Metrotvnews/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑