Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berbincang soal penemuan di sektor pangan dan daya nan bisa memperkuat ketahanan nasional di tengah krisis global. Namun, Prabowo tiba-tiba terkejut saat menyadari bahwa ada penduduk negara asing (WNA) nan mendengar langsung penemuan tersebut.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Jagung dan Launching 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam aktivitas ini, datang para menteri Kabinet Merah Putih, ketua Polri, dan sejumlah WNA.
"Wah ini banyak ada penduduk negara asing di sini juga nih, mereka tahu juga kelak kita punya rahasia-rahasia ini. Tapi dia tidak bisa bahasa Indonesia lah, belum bisa ini. Tidak apa-apa," kata Prabowo saat memberikan sambutan sembari berkelakar, Sabtu.
Dia pun meminta agar pidatonya tak diterjemahkan ke bahasa asing. Namun, Prabowo melempar candaan bisa saja WNA tersebut mencatat pidatonya dan menterjemahkan penemuan briket arang dan tongkol jagung melalui Chat GPT.
"Jangan diterjemahkan ya. Biar dia meraba-raba saja itu. Dia berambisi dia mengerti. Nanti dia catat-catat itu: "Briket arang, arang... apa itu arang?" Nanti dia buka ChatGPT, waduh. Aku keliru juga undang-undang mereka, dia tahu kelak temuan-temuan kita ya," tutur Prabowo disambut tawa para tamu undangan.
Namun, Prabowo mempersilahkan negara lain meniru dan mencontoh penemuan tersebut. Adapun penemuan tersebut dengan mengolah tongkol jagung menjadi briket arang sebagai daya pengganti rumah tangga.
"Saya dikasih tahu, 'Pak, tenang. Kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung'. Waduh, luar biasa ini. Tadinya tongkol itu dibuang ya? Sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa ini," ujar Prabowo.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·