Kekeringan Meluas, BPBD Purbalingga Distribusikan Air Bersih hingga Malam Hari

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Kekeringan Meluas, BPBD Purbalingga Distribusikan Air Bersih hingga Malam Hari Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengambil langkah ekstra dengan memperpanjang waktu pengedaran bantuan air bersih hingga malam hari. Kebijakan ini diambil guna merespons akibat kekeringan nan terus meluas di wilayah tersebut.

Penerapan pola kerja bergantian (sif) siang dan malam ini telah melangkah selama lebih dari satu bulan. Langkah tersebut bermaksud memastikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak tetap terpenuhi di tengah musim tandus nan berkepanjangan.

Sekretaris BPBD Purbalingga, Aris Mulyanto, menjelaskan bahwa sistem sif dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan seiring dengan meningkatnya permintaan dari warga. Petugas di lapangan terus bergerak menyisir desa-desa nan mengalami krisis air baku.

“Distribusi air bersih kami lakukan sejak siang hingga malam hari. Pola sif siang dan malam ini sudah melangkah lebih dari satu bulan untuk mengoptimalkan penyaluran support kepada masyarakat nan membutuhkan,” ujar Aris.

Data Penanganan Kekeringan

Berdasarkan info BPBD Purbalingga per 13 Oktober 2026, upaya penanganan kekeringan di wilayah ini telah memasuki hari ke-99. Selama periode tersebut, total support air bersih nan telah disalurkan mencapai 5.684 tangki, alias setara dengan 24.474.000 liter.

Cakupan support tersebut telah menjangkau:

  • Total Penerima: 15.374 Kepala Keluarga (KK) alias 50.067 jiwa.
  • Wilayah Terdampak: Tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Purbalingga.

Wilayah dengan Distribusi Tertinggi

Beberapa kecamatan tercatat memerlukan pasokan air dalam volume nan sangat besar. Wilayah dengan tingkat pengedaran tinggi meliputi Kecamatan Kejobong, Pengadegan, Kaligondang, dan Karangreja.

Di Kecamatan Kaligondang, Desa Sinduraja menjadi salah satu titik konsentrasi dengan penerimaan support mencapai 1.103 tangki (4.412.000 liter) untuk 1.826 KK. Sementara itu, di Kecamatan Kejobong, Desa Kejobong telah menerima 810 tangki (3.248.000 liter) dan Desa Pandansari menerima 254 tangki (1.145.000 liter).

Di Kecamatan Pengadegan, pengedaran besar menyasar tiga desa utama, yakni:

Desa Jumlah Bantuan (Tangki)
Desa Pasunggingan 177 Tangki
Desa Tegalpingen 164 Tangki
Desa Tumanggal 106 Tangki

Selain itu, di Kecamatan Karangreja, Desa Karangreja tercatat telah menerima pasokan sebanyak 289 tangki alias sekitar 1.162.000 liter air bersih.

BPBD menegaskan bahwa pengedaran tidak hanya menyasar permukiman warga, tetapi juga akomodasi pendidikan dan tempat umum lainnya. Penambahan waktu pelayanan hingga malam hari diharapkan dapat mempercepat penyaluran air, terutama saat permintaan meningkat tajam akibat wilayah terdampak nan semakin meluas. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑