Kekeringan di Kabupaten Bekasi Meluas ke 12 Kecamatan, Pemkab Salurkan Air Bersih

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Kekeringan di Kabupaten Bekasi Meluas ke 12 Kecamatan, Pemkab Salurkan Air Bersih emerintah Kabupaten Bekasi menyalurkan support 30 liter air bersih kepada penduduk Desa Bojongmangu nan terdampak musibah kekeringan, Senin (31/8).(DOK.PEMKABBEKASI)

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi berbareng Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih kepada penduduk Kampung Bojongmangu, Desa Medal Krisna, Kecamatan Bojongmangu, pada Senin (31/8). Langkah ini diambil menyusul kondisi tandus nan kian meluas di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyatakan bahwa support nan disalurkan kali ini terdiri dari tiga tangki air bersih dengan kapabilitas total mencapai 30.000 liter. Selain itu, petugas juga membagikan 50 jeriken untuk memudahkan penduduk membawa air ke rumah masing-masing.

“Hari ini kita menyalurkan 3 tangki air bersih, totalnya sekitar 30 ribu liter, ditambah 50 jeriken nan bakal dibagikan kepada warga,” ujar Endin saat meninjau letak penyaluran.

Dampak Kekeringan Meluas ke 12 Kecamatan

Endin mengungkapkan bahwa berasas info terbaru, wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tercatat ada 9 kecamatan nan mengalami krisis air, sekarang jumlahnya bertambah menjadi 12 kecamatan.

Data Penanganan Kekeringan Kabupaten Bekasi:

Indikator Keterangan
Jumlah Kecamatan Terdampak 12 Kecamatan (Sebelumnya 9)
Durasi Musim Kering Sekitar 2 Bulan
Total Bantuan (Bojongmangu) 30.000 Liter Air & 50 Jeriken
Mitra Kolaborasi PMI, Perumda Tirta Bhagasasi, Marunda Center, Kemen-PU

Pemerintah wilayah terus memperluas jangkauan support dengan melibatkan beragam pihak. Untuk wilayah utara seperti Tarumajaya dan Babelan, Pemkab mendorong support dari Marunda Center. Sementara di wilayah Pebayuran, penanganan dilakukan berbareng Kementerian Pekerjaan Umum.

Waspada Potensi Kebakaran

Selain krisis air, Sekda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi lingkungan nan kering, termasuk rumput dan ilalang, sangat rentan tersulut api.

“Saya berambisi penduduk menghemat air. Selain itu, kudu berhati-hati lantaran lingkungan sudah banyak nan kering. Jangan melakukan aktivitas nan memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.

Terkait peningkatan status menjadi darurat bencana, Pemkab Bekasi tetap melakukan pemantauan intensif. Keputusan tersebut bakal diambil setelah berembuk dengan Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.

Marina Apriani (22), salah satu penduduk Kampung Bojongmangu, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasokan air ini. Menurutnya, support tersebut sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi dan mencuci di tengah sulitnya mendapatkan air bersih akibat tandus panjang. (AK/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia