Kejutan Putri Garut Singkirkan Arema FC Women, Melaju ke Final Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Kejutan Putri Garut Singkirkan Arema FC Women, Melaju ke Final Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 Laga semifinal U-18 Arema FC Women kontra Putri Garut.(Dok. Soccer League All-Stars)

PUTRI Garut menciptakan kejutan besar dalam putaran nasional Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 kategori U-18. Berstatus sebagai tim nan tidak diunggulkan, wakil Jawa Barat tersebut sukses menumbangkan juara regional Jawa Timur, Arema FC Women, untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Bertanding di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/7), Putri Garut menyudahi perlawanan sengit Arema FC Women dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Nazwa Bilbina Putri tercipta pada babak kedua, memanfaatkan kesalahan kiper musuh nan kandas mengamankan bola dengan sempurna. Kemenangan ini memastikan terjadinya All-West Java Final, di mana Putri Garut bakal menantang Akademi Persib.

Strategi Pragmatis dan Mentalitas Juara

Pelatih Putri Garut, Depi Kuspriansyah, mengakui bahwa pencapaian ini telah melampaui sasaran awal tim nan hanya mematok babak semifinal. Namun, keberhasilan menembus final mengubah ambisi tim untuk membawa pulang trofi juara.

"Kami datang ke sini memang tidak diunggulkan. Sekarang sudah sampai final, tentu targetnya juara," tegas Depi usai pertandingan.

Menghadapi agresivitas Arema FC Women, Depi secara terbuka mengakui menerapkan pendekatan pragmatis. Ia memilih strategi serangan kembali (counter attack) demi meredam kualitas serangan musuh nan dinilai sangat berbahaya.

"Kita tidak menggunakan sistem menyerang tapi counter attack. Karena saya tahu lawan-lawan kita emang luar biasa semuanya apalagi Arema. nan saya cari adalah sepak bola nan menghasilkan kemenangan lantaran kami datang jauh-jauh dari Garut ke sini bukan sekadar ikut bertanding," tambahnya.

Depi menilai ketangguhan mental anak asuhnya tidak lepas dari kejuaraan lokal di Jawa Barat nan sangat kompetitif. Frekuensi pertandingan nan tinggi di level wilayah membikin para pemain terbiasa menghadapi tekanan besar di level nasional.

Evaluasi Arema FC Women

Di kubu lawan, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Arema FC Women nan sebenarnya tampil dominan. Pelatih Arema FC Women, Dindin Wahyudin, tetap memberikan apresiasi atas kerja keras skuatnya meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

"Anak-anak sudah bekerja keras. Memang hasilnya belum berpihak. Sepak bola juga soal rezeki. Banyak perihal nan bakal kami evaluasi, baik kualitas pemain maupun pembinaan di akademi," ujar Dindin.

Senada dengan sang pelatih, pemain Arema FC Women, Merisya Ika Hendrawan, menyoroti kurangnya ketenangan tim dalam menyelesaikan peluang. "Serangan sebenarnya banyak, hanya komunikasi dan ketenangan kami tetap kurang. Kalau lebih tenang, mungkin hasilnya bisa berbeda," tuturnya.

Dengan hasil ini, Putri Garut bakal segera bersiap menghadapi Akademi Persib di laga final. Kedua tim sudah saling mengenal karakter permainan masing-masing lantaran sering berjumpa dalam beragam kejuaraan di wilayah Jawa Barat. (Dhk/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia