Petenis Belarus Aryna Sabalenka bereaksi usai dikalahkan petenis Rusia Diana Shnaider di perempat final Prancis Terbuka.(AFP/Thomas SAMSON)
KEJUTAN besar mewarnai babak perempat final Prancis Terbuka, Rabu (3/6) waktu setempat. Unggulan teratas sekaligus petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, secara mengejutkan kudu angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan petenis unggulan ke-25, Diana Shnaider.
Dalam laga nan berjalan selama 2 jam 12 menit di Lapangan Philippe-Chatrier, Shnaider sukses membalikkan keadaan dan menang dengan skor 3-6, 7-5, dan 6-0.
Hasil ini sekaligus mengakhiri rekor impresif Sabalenka nan sebelumnya selalu sukses mencapai semifinal dalam enam turnamen Grand Slam berturut-turut.
Dominasi Shnaider di Tengah Angin Kencang
Pertandingan berjalan dalam kondisi cuaca nan menantang akibat hembusan angin kencang. Meski sempat tertinggal di set pertama, Shnaider, nan baru berumur 22 tahun, menunjukkan ketenangan luar biasa dalam debut perempat final Grand Slam-nya.
Titik kembali terjadi saat Shnaider tertinggal 6-3 dan 4-1. Sejak momen tersebut, dia tampil dominan dengan menghasilkan rentetan pukulan winner. Shnaider sukses memenangi 12 dari 13 gim berikutnya, termasuk menyapu bersih 10 gim terakhir secara beruntun sejak kedudukan 5-3 di set kedua.
"Kondisinya susah dengan angin. Ini pertama kalinya saya bermain melawan Aryna dan saya sangat gugup. Tampil di perempat final untuk pertama kalinya tentu sangat menegangkan," ujar Shnaider sebagaimana dikutip dari laman WTA.
Terpuruknya Sang Nomor Satu Dunia
Di sisi lain, Aryna Sabalenka tampak kehilangan kendali atas permainannya. Petenis asal Belarusia tersebut tercatat melakukan 57 unforced errors, dengan 17 di antaranya terjadi pada set penentu. Kekalahan telak 0-6 di set ketiga ini merupakan nan pertama bagi Sabalenka sejak babak kedua Dubai 2024 saat menghadapi Donna Vekic.
Statistik Pertandingan: Sabalenka vs Shnaider
| Skor Akhir | 6-3, 5-7, 0-6 | 3-6, 7-5, 6-0 |
| Durasi Pertandingan | 2 Jam 12 Menit | |
| Unforced Errors | 57 | - |
| Status Unggulan | 1 | 25 |
Rekor Baru: Semifinal Generasi Abad ke-21
Kemenangan Shnaider menciptakan sejarah baru di turnamen Grand Slam. Untuk pertama kalinya, seluruh pengisi slot semifinal terdiri dari pemain nan lahir di abad ke-21. Selain itu, ini adalah pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir ketika keempat semifinalis berumur di bawah 25 tahun.
Daftar Semifinalis French Open 2026
| Mirra Andreeva | 2007 | Termuda |
| Diana Shnaider | 2004 | Unggulan ke-25 |
| Marta Kostyuk | 2002 | - |
| Maja Chwalinska | 2001 | Lolos Kualifikasi |
Di babak semifinal, Diana Shnaider bakal berhadapan dengan Maja Chwalinska. Pertemuan ini dipastikan bakal melahirkan finalis Grand Slam baru, mengingat kedua pemain sama-sama baru pertama kali menginjakkan kaki di fase empat besar turnamen mayor. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·