Kejagung soal Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer: Kami Tunggu BGN

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Ribuan unit motor listrik nan diduga bakal digunakan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan terparkir di sebuah area pergudangan di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (18/6/2026). Foto: Dok. kumparan

Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai tindak lanjut ratusan motor listrik pengadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan saat ini disegel dalam proses penyidikan.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan pihaknya belum menyita seluruh unit motor listrik tersebut. Kejagung tetap menunggu langkah dari BGN mengenai pemanfaatannya ke depan, termasuk wacana hibah kepada pembimbing honorer.

“Mungkin hari ini, tapi kami kan tidak sita semua, jadi kami tunggu BGN untuk penggunaannya,” kata Syarief kepada wartawan, Senin (22/6).

Syarief menjelaskan, proses penyegelan motor listrik itu juga tetap berjalan di dua penyimpanan motor listrik MBG.

“Hari ini selesai untuk semuanya,” ujarnya.

Dirdik Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi di Gedung Jampidsus, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sebelumnya, BGN buka bunyi mengenai pengadaan motor listrik nan sekarang menjadi sorotan dan tengah ditangani Kejagung. BGN memastikan seluruh shopping pada 2025, termasuk pengadaan motor listrik, bakal diaudit dan dievaluasi.

Wakil Kepala BGN sekaligus ahli bicara, Agustina Arumsari, mengatakan pihaknya saat ini tetap menelusuri beragam pengadaan peralatan nan dilakukan sebelum kepemimpinan baru di lembaga tersebut.

“Cukup. Kemarin dibilang bakal diaudit. Gini saja, secara umum. Saya menjawabnya selalu secara umum, tidak satu demi satu barang,” kata Sari kepada wartawan di Kantor Pusat BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

Menurut Sari, BGN sedang menyisir seluruh shopping nan dilakukan pada tahun anggaran 2025 untuk memastikan faedah dan relevansinya terhadap penyelenggaraan program MBG.

“Secara umum, semua nan sudah dikeluarkan di tahun 2025 sudah kami sisir satu demi satu,” ujarnya.

video from internal kumparan

Sedangkan Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyatakan, dirinya setuju dengan rencana BGN menghibahkan motor listrik tersebut kepada pembimbing honorer di daerah. Menurutnya, aset nan telah dibeli menggunakan anggaran negara sebaiknya dimanfaatkan secara optimal.

“Saya setuju dengan pendapat Wakil Kepala BGN, Ibu Arumsari (Agustina Arumsari) agar sepeda motor listrik tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin lantaran sudah dibayar oleh negara,” kata Yahya, Sabtu (20/6).

Ia mengungkapkan, rencana hibah itu sempat disampaikan dalam rapat tertutup antara BGN dan Komisi IX DPR pada Senin (15/6).

“Waktu rapat dengan Komisi IX, Ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut bakal dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan