Kehadiran DSI Dinilai bakal Jaga Iklim Investasi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kehadiran DSI Dinilai bakal Jaga Iklim Investasi Gedung Danantara Indonesia di area Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/7/2025).(MI/Susanto)

KETUA Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pembentukan entitas baru PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam nasional. Menurut Misbakhun, kehadiran DSI dapat menjadi instrumen krusial untuk memperbaiki sistem ekspor nasional, termasuk menekan praktik under-invoicing nan selama ini telah banyak merugikan negara. 

Ia juga optimistis kehadiran DSI juga dapat menjaga suasana investasi lantaran adanya agunan kepastian dan pengawasan dari pemerintah. "Dengan memperkuat tata kelola ekspor, agunan pengawasan, ini tentu juga bakal menjaga suasana investasi dan ini bakal positif buat pemasukan negara," kata Misbakhun dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Misbakhun menyoroti praktik under-invoicing alias pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya menjadi salah satu tantangan serius dalam tata kelola perdagangan sumber daya alam Indonesia. Kondisi tersebut, kata Misbakhun, menyebabkan potensi penerimaan negara berkurang. Ia menilai kondisi itu membikin devisa hasil ekspor menjadi tidak optimal masuk ke dalam negeri.

"Untuk itu, pembentukan DSI ini dapat menjadi solusi untuk memperkuat pengawasan, transparansi, dan integrasi info ekspor nasional. DSI kudu menjadi instrumen negara untuk memastikan tata kelola ekspor sumber daya alam melangkah lebih akuntabel dan transparan. Dengan sistem nan lebih terintegrasi, praktik under-invoicing dapat ditekan sehingga potensi penerimaan negara dan devisa ekspor bisa lebih maksimal,” ujar politikus Golkar ini.

Misbakhun menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam mempunyai potensi devisa nan sangat besar dari sektor ekspor mineral, batu bara, energi, hingga perkebunan. Namun selama ini, menurutnya, tetap terdapat celah dalam sistem perdagangan dan pelaporan ekspor nan menyebabkan nilai ekspor tidak tercatat secara optimal. Melalui DSI, Misbakhun berambisi pemerintah bisa membangun sistem pengawasan dan tata niaga nan lebih kuat agar seluruh potensi tersebut dapat memberikan faedah maksimal bagi perekonomian nasional.

Selain memperkuat pengawasan, Misbakhun menyebut DSI juga dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar global. Legislator Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur II itu percaya bahwa dengan pengelolaan ekspor nan lebih ahli dan terkoordinasi, Indonesia dapat memastikan nilai komoditas lebih kompetitif dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi negara. Misbakhun berambisi perihal tersebut juga berakibat pada peningkatan persediaan devisa nasional serta memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. 

"Ketika devisa hasil ekspor dapat masuk lebih optimal ke dalam negeri, ketahanan ekonomi kita bakal semakin kuat. Ini krusial untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat persediaan devisa, sekaligus meningkatkan kepercayaan penanammodal terhadap perekonomian Indonesia," katanya. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia