Kecamatan Bojonggambir dan Cineam Tasikmalaya Terancam Krisis Air Bersih

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kecamatan Bojonggambir dan Cineam Tasikmalaya Terancam Krisis Air Bersih BPBD Kabupaten Tasikmalaya siagakan sejumlah tangki air untuk pendistribusian air bersih bagi masyarakat.(Dok Istimewa)

MUSIM kemarau panjang nan terjadi sejak beberapa bulan telah menyebabkan kondisi air bersih bagi penduduk terancam mengalami menyusutan terjadi Kecamatan Cineam dan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kekeringan tersebut, penduduk di Desa Mekarjaya dan Desa Margamulya, Kecamatan Cineam mulai mengambil air di sumur tua hingga Gunung Cigalagah.

Ambu Apong, 60, penduduk Margamulya mengatakan, musim tandus nan terjadi sekarang telah membikin banyak sumur mengalami penyusutan dan penduduk lainnya manfaatkan sebagian sumur tua serta Gunung Cigalagah. Namun, kekeringan sudah terjadi 2 bulan terjadi lantaran hujan tidak lagi turun membikin masyarakat sudah mulai kesulitan air bersih.

"Musim tandus nan terjadi membikin keluarganya terpaksa kudu membeli galon isi ulang seharga Rp 10 ribu dan digunakan untuk minum, memasak menghabiskan 4 galon air setiap minggu. Kondisi air bersih di wilayahnya mulai terancam lantaran air sumur menyusut hingga beberapa kepala family manfaatkan sumur tua termasuk mencari air menuju Gunung Cigalagah," ujar Ambu Apong, Senin (22/6/2026).

Menurut Ambu, kebutuhan air bagi penduduk di Desa Mekarjaya dan Desa Margamulya selama ini ada sebagian kepala family mengalami kesulitan air bersih lantaran sumur sedalam 20 hingga 25 meter mulai menyusut dan nan lain kering. Kebutuhan air bersih tersebut, penduduk sebagian hanya memanfaatkan sumur milik tetangganya rumah meski nan lain mengambil air dari Gunung Cigalagah.

"Air dari Gunung Cigalagah tetap mengalir meski kondisinya tidak banyak dan sumur penduduk pada musim tandus sebagian menyusut. Namun, penduduk Desa Mekarjaya dan Desa Margamulya kudu kembali menuju letak pergerakan tanah lantaran di wilayah tersebut tetap tersedia air bersih," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojongkapol, Nanang Rohmansyah mengatakan, musim tandus panjang nan terjadi sekarang ini membikin warganya terancam mengalami krisis air bersih meski ada beberapa sumur sudah mulai menyusut. Namun, kekeringan bakal terus meluas jika dalam satu bulan tidak ada hujan dipastikan penduduk kesulitan mencari air bersih.

"Kondisi air bersih tetap ada di sebagian sumur penduduk meski tidak maksimal, jika tidak ada hujan selama satu bulan penuh kemungkinan terancam krisis air lantaran lokasinya berada di dataran tinggi. Untuk penduduk terancam krisis air di Desa Pedangkamulyan, Girimukti, Kertanegla, Bojongkapol, Cempakasari dan Wandasari, Kecamatan Bojonggambir," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia