Kebutuhan Sekolah Anak Meningkat, Ini Cara Mengatur Pengeluaran dengan Fleksibel

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kebutuhan Sekolah Anak Meningkat, Ini Cara Mengatur Pengeluaran dengan Fleksibel Ilustrasi(Dok Indodana)

MENJELANG tahun aliran baru, banyak family di Indonesia kembali dihadapkan pada meningkatnya pengeluaran untuk kebutuhan pendidikan. Mulai dari pembelian perlengkapan sekolah, perangkat belajar seperti laptop alias tablet, hingga biaya kursus tambahan, seluruh kebutuhan tersebut sering kali muncul dalam waktu nan nyaris bersamaan.

Bagi sebagian rumah tangga, periode ini menjadi salah satu momen dengan tekanan pengeluaran tertinggi dalam setahun. Tidak hanya lantaran jumlah kebutuhan nan bertambah, tetapi juga lantaran sifatnya nan condong kudu dipenuhi dalam waktu singkat agar proses belajar anak tidak terganggu.

Layanan buy now pay later (BNPL) menjadi salah satu opsi nan sekarang banyak digunakan dalam mendukung kebutuhan tersebut. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan pembelian terlebih dulu dan membayarnya secara berjenjang dalam jangka waktu tertentu, sehingga beban pengeluaran tidak kudu ditanggung sekaligus di awal.

Salah satu penyedia jasa BNPL, Indodana Finance (PT Indodana Multi Finance), memandang momen tahun aliran baru sebagai periode krusial dalam siklus pengeluaran masyarakat. Melalui program berjudul Back to School, perusahaan menghadirkan beragam penawaran nan ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan dengan lebih fleksibel.

Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, mengatakan kebutuhan pendidikan sering kali datang secara berbarengan sehingga memerlukan perencanaan finansial nan lebih matang.

“Kam berkomitmen menghadirkan kemudahan akses dan elastisitas pembiayaan nan nyaman dan aman, sehingga orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anaknya dengan lebih terencana,” ujar Iwan dalam keterangannya. 

Melalui program tersebut, pengguna dapat memanfaatkan beragam promo seperti angsuran 0 persen dan potongan nilai untuk kebutuhan pendidikan selama periode pertengahan Juni hingga akhir Juli 2026. Penawaran ini mencakup beragam kategori, mulai dari perangkat teknologi, perlengkapan sekolah, kursus pendidikan, hingga kebutuhan fashion dan lifestyle.

Di kategori perangkat belajar, misalnya, kebutuhan seperti laptop dan gadget menjadi salah satu nan paling banyak dicari menjelang tahun aliran baru. Perangkat ini sekarang tidak hanya berfaedah sebagai perangkat pendukung, tetapi juga bagian krusial dari proses pembelajaran modern nan semakin berbasis digital.

Sementara itu, di sektor pendidikan non-formal, masyarakat juga mulai banyak mengalokasikan anggaran untuk kursus bahasa, training keterampilan, dan kelas pengembangan diri. Tren ini menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan tidak lagi terbatas pada sekolah formal, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi di luar kurikulum utama.

Selain kebutuhan utama pendidikan, pengeluaran family juga sering kali meluas ke kategori lain seperti pakaian, perlengkapan pribadi, hingga intermezo keluarga. Hal ini umum terjadi sebagai bagian dari persiapan menyambut tahun aliran baru, terutama bagi anak-anak nan bakal memulai fase pendidikan baru.

Dengan meningkatnya ragam kebutuhan tersebut, elastisitas dalam pengelolaan finansial menjadi salah satu perihal nan semakin diperhatikan oleh masyarakat. Layanan pembiayaan digital seperti BNPL menjadi salah satu opsi nan digunakan untuk membantu mengatur pengeluaran agar tetap sesuai dengan kondisi finansial tiap keluarga.

Meski demikian, para pengamat finansial menekankan pentingnya penggunaan jasa pembiayaan secara bijak. Kemudahan akses angsuran digital perlu diimbangi dengan perencanaan pembayaran nan matang agar tidak menimbulkan beban finansial di kemudian hari. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia