Kebun Sawit Muncul di Lahan Terbakar, Prabowo Minta Daftar 8 Korporasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kemunculan lahan-lahan perkebunan sawit baru pasca Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) nan terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Hal itu disampaikan Prabowo usai menerima laporan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai tersangka Karhutla dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara virtual, Senin (7/9).

Prabowo menilai ada unsur kesengajaan pembakaran nan bermaksud untuk pembukaan lahan perkebunan. Oleh karena itu, dia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk terus menyelidikinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tertarik dengan nan lenyap kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu nan sangat singkat. Jadi, ini betul-betul kesengajaan dan apakah ini rakyat alias ini korporasi, tolong diselidiki terus," ujarnya.

Prabowo juga meminta Kapolri untuk segera menyerahkan daftar 8 perusahaan nan sedang diproses dalam kasus Karhutla. Termasuk nan tetap dalam pendalaman pasca pencabutan alias pembekuan izin.

Ia mengaku daftar perusahaan tersebut juga bakal diserahkan kepada Kementerian Kehutanan, ATR/BPN hingga Satgas PKH untuk dicabut perizinannya.

"Saya minta segera nama-nama korporasi itu sampaikan ke saya, nan 8 maupun nan 18," tegasnya.

Prabowo mengatakan pencabutan izin itu setimpal lantaran tindakan nan mereka lakukan sudah melampaui batas.

"Kalau perlu kita segera cabut semuanya. Semua izin-izinnya kita cabut ya, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah, sudah kelewatan dan juga saya mau tahu betul-betul korporasi itu milik siapa," tuturnya.

Kapolri Listyo Sigit menyebut sudah ada 8 perusahaan nan sedang diproses mengenai kasus Karhutla di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Sigit mengatakan hingga saat ini, total sudah ada 200 laporan polisi mengenai Karhutla nan sedang diproses. Ia menyebut dari jumlah itu sebanyak 138 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dari ratusan pelaku tersebut sebanyak 119 diantaranya memang sengaja melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan. Sementara 18 orang lainnya terbukti lalai hingga menyebabkan kebakaran.

Tak hanya itu, Sigit mengaku ada 8 korporasi nan sedang diproses lantaran diduga terlibat dan bertanggung jawab menyebabkan kebakaran.

"Ada 119 sengaja dan 18 lalai. Kemudian ada 8 korporasi nan kami proses," tuturnya.

(tfq/gil)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional