Minum obat tablet terkadang menjadi tantangan bagi sebagian orang. Ada nan merasa ukuran tablet terlalu besar, susah ditelan, rasanya tidak nyaman, alias takut tersedak. Karena argumen tersebut, sebagian masyarakat memilih menggerus obat tablet sebelum diminum agar lebih mudah masuk ke tubuh.
Kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi tidak selalu aman. Dalam bumi farmasi, setiap corak obat dibuat dengan tujuan tertentu. Ada tablet nan memang boleh dibelah alias dihancurkan, tetapi ada juga tablet nan kudu diminum secara utuh. Jika obat nan semestinya diminum utuh justru digerus, langkah kerja obat di dalam tubuh bisa berubah.
Tablet bukan hanya sekadar obat padat nan dipadatkan. Beberapa tablet mempunyai lapisan unik untuk mengatur pelepasan unsur aktif. Ada obat nan dibuat agar larut perlahan, ada nan baru dilepaskan setelah sampai di usus, dan ada pula nan lapisannya berfaedah melindungi lambung alias melindungi unsur aktif dari masam lambung.
Salah satu jenis obat nan tidak boleh digerus adalah tablet lepas lambat. Obat jenis ini dirancang agar unsur aktif dilepaskan sedikit demi sedikit dalam jangka waktu tertentu. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa tablet sediaan lepas lambat kudu diminum secara utuh dan tidak boleh digerus maupun dibagi.
Jika tablet lepas lambat digerus, obat dapat dilepaskan terlalu cepat. Akibatnya, kadar obat dalam tubuh bisa meningkat secara mendadak. Kondisi ini berisiko menimbulkan pengaruh samping nan lebih kuat, apalagi bisa membahayakan pada obat-obat tertentu.
Selain tablet lepas lambat, tablet salut enterik juga tidak boleh sembarangan dihancurkan. Sediaan lepas tunda alias salut enterik dibuat agar obat tidak langsung dilepaskan di lambung, tetapi dilepaskan setelah mencapai usus lembut alias bagian saluran cerna tertentu. Tujuannya antara lain untuk menghindari iritasi lambung alias mencegah unsur aktif rusak oleh masam lambung.
Jika lapisan tersebut rusak lantaran digerus, obat bisa terlepas di tempat nan tidak seharusnya. Dampaknya, obat mungkin menjadi kurang efektif, menimbulkan iritasi lambung, alias efeknya tidak sesuai dengan tujuan terapi.
Beberapa obat juga mempunyai rasa sangat pahit alias dapat mengiritasi mulut dan tenggorokan jika dihancurkan. Pada obat tertentu, menggerus tablet juga dapat meningkatkan akibat paparan langsung terhadap unsur aktif, terutama bagi orang nan membantu menyiapkan obat. Karena itu, beberapa obat khusus, seperti obat kanker, tidak boleh digerus, dibelah, alias dikunyah, selain atas petunjuk master alias apoteker.
Namun, bukan berfaedah semua tablet dilarang digerus. Dalam kondisi tertentu, tenaga kesehatan dapat menyarankan obat dibuat dalam corak puyer alias dihancurkan, misalnya pada pasien anak, lansia, alias pasien nan betul-betul susah menelan. Meski demikian, keputusan tersebut sebaiknya tidak dilakukan sendiri tanpa bertanya terlebih dulu kepada apoteker alias dokter.
Masyarakat dapat memperhatikan beberapa tanda pada nama obat alias kemasan. Obat dengan keterangan seperti SR, XR, ER, CR, retard, controlled release, sustained release, alias enteric coated umumnya tidak boleh dihancurkan sembarangan. Jika ragu, jangan menebak sendiri, lantaran istilah pada obat tidak selalu mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Alternatif nan lebih kondusif adalah bertanya kepada apoteker apakah obat tersebut boleh dibelah, digerus, alias dilarutkan. Apoteker juga dapat membantu memberikan pilihan lain, misalnya corak sirup, tablet kunyah, tablet larut, alias sediaan lain nan lebih mudah digunakan.
Kebiasaan menggerus obat tablet sebelum diminum memang dapat membantu sebagian orang nan susah menelan. Namun, tindakan ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Obat nan tampak sama-sama berbentuk tablet bisa mempunyai teknologi pembuatan dan patokan penggunaan nan berbeda.
Jadi, apakah menggerus obat tablet bisa mengurangi khasiatnya? Jawabannya bisa iya, terutama jika obat tersebut mempunyai lapisan unik alias sistem pelepasan tertentu. Bahkan, bukan hanya faedah nan berkurang, akibat pengaruh samping juga dapat meningkat.
Menggunakan obat dengan betul bukan hanya soal meminum obat sesuai dosis, melainkan juga mengerti dengan langkah penggunaannya.
Bila susah menelan tablet, jangan langsung menggerus obat. Tanyakan dulu kepada apoteker alias tenaga kesehatan agar obat tetap aman, efektif, dan sesuai dengan tujuan pengobatan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·