Keberlanjutan Industri Sawit Bergantung pada Peningkatan Kapasitas Petani

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Keberlanjutan Industri Sawit Bergantung pada Peningkatan Kapasitas Petani ilustrasi(Antara)

Sektor pertanian dan perkebunan tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian di beragam wilayah Indonesia. Selain menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat, sektor ini juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan, pembangunan wilayah pedesaan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, tantangan regenerasi petani menjadi rumor nan semakin mendapat perhatian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa struktur usia petani di Indonesia tetap didominasi golongan usia dewasa hingga lanjut usia. Kondisi tersebut mendorong pentingnya upaya peningkatan kapabilitas petani agar produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian maupun perkebunan dapat terus terjaga.

Di Provinsi Kalimantan Tengah, berasas Sensus Pertanian 2023, terdapat sekitar 299 ribu rumah tangga upaya pertanian nan menjadi penggerak utama ekonomi pedesaan. Salah satu komoditas nan mempunyai peran krusial adalah kelapa sawit, termasuk di Kabupaten Sukamara nan menjadikan sektor perkebunan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapabilitas petani, PT Sukses Karya Mandiri (SKM), personil PT Triputra Agro Persada Tbk, menyelenggarakan Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa) bagi petani di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pelatihan tersebut diikuti oleh petani dari beragam desa, termasuk petani wanita nan aktif terlibat dalam pengelolaan kebun sawit keluarga.

Setiap penyelenggaraan program diikuti sekitar 30 peserta nan mendapatkan pembekalan mengenai praktik budidaya kelapa sawit nan baik, peningkatan produktivitas, pengelolaan kebun berkelanjutan, serta beragam tantangan nan umum dihadapi dalam aktivitas perkebunan.

Keterlibatan petani wanita menjadi salah satu aspek menarik dalam penyelenggaraan program tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa aktivitas perkebunan rakyat tidak lagi hanya didominasi laki-laki, tetapi juga melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan, pengelolaan kebun, hingga pengembangan upaya family berbasis perkebunan.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian sendiri menjadi salah satu konsentrasi pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian nasional.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam beragam kesempatan menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi aspek krusial dalam menentukan kemajuan sektor pertanian.

“Kemajuan pertanian kita sangat berjuntai pada keahlian dan kompetensi SDM. Oleh lantaran itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan keahlian SDM melalui training dan pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Dukungan terhadap peningkatan kapabilitas petani juga disampaikan oleh Camat Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, Maryadi. Menurutnya, training nan berfokus pada penerapan praktik budidaya nan efektif, efisien, dan berkepanjangan sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

“Saya ucapkan terima kasih untuk manajemen. Saya merasa berbahagia, lantaran petani kelapa sawit kita nan diangkat dan di-support untuk melakukan pertanian sesuai petunjuk teknis. Karena, mengenai proses di hulu, kita kudu menerapkan best practice agronomy,” kata Maryadi.

Melalui Program PERKASA nan merupakan bagian dari inisiatif TAP Untuk Negeri, para petani memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian nan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan perkebunan modern.

Kehadiran peserta dari beragam latar belakang, mulai dari petani swadaya hingga petani perempuan, mencerminkan bahwa pembangunan sektor perkebunan nan berkepanjangan memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.

Peningkatan kapabilitas petani tidak hanya berakibat pada produktivitas kebun, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan family petani, memperkuat ekonomi pedesaan, dan mendukung keberlanjutan sektor perkebunan dalam jangka panjang.

Dengan petani nan semakin terampil dan berdaya, sektor perkebunan diharapkan bisa terus berkembang sebagai penggerak ekonomi wilayah sekaligus menciptakan faedah nan lebih luas bagi masyarakat dan generasi mendatang. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑