Kebanyakan Lemak di MPASI Bikin Anak Sakit? Cek Faktanya!

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Alpukat. Foto: Shutterstock

Beredar di media sosial dugaan bahwa pemberian lemak berlebih pada MPASI (Makanan Pendamping ASI) dapat membikin bayi lebih mudah sakit alias mengalami alergi. Informasi ini membikin sebagian orang tua cemas untuk menambahkan sumber lemak ke dalam menu makan si kecil.

Padahal, lemak merupakan salah satu nutrisi krusial nan dibutuhkan bayi selama masa MPASI, terutama untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak. Menurut master ahli anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, lemak tidak menyebabkan alergi pada bayi. Justru, nan perlu diperhatikan orang tua adalah jumlah dan jenis lemak nan diberikan agar tetap sesuai dengan kebutuhan anak.

Bayi Butuh Lemak untuk Tumbuh Kembang

Ilustrasi membikin MPASI. Foto: Shutterstock

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa anak usia 6 bulan hingga 2 tahun memerlukan lemak sebagai salah satu sumber daya utama.

Lemak mempunyai beragam kegunaan penting, antara lain:

  • Menjadi sumber energi

  • Mendukung perkembangan otak dan sistem saraf

  • Membantu pembentukan hormon dan membran sel

  • Membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K

Berdasarkan rekomendasi WHO dan IDAI, sekitar 30–45 persen kebutuhan daya harian anak berasal dari lemak.

Apakah Kebanyakan Lemak Bisa Membuat Bayi Sakit?

Menurut dr. Aisya, konsumsi lemak berlebihan tidak serta-merta membikin bayi sakit alias mengalami alergi makanan.

"Kebanyakan lemak tidak membikin anak sakit alias alergi. Mitos, ya, kebanyakan lemak bikin anak alergi, lantaran alergi makanan dipicu oleh protein. Kalau setelah makan tinggi lemak bayi mual alias diare, bisa jadi hanya gangguan pencernaan," ujar dr. Aisya pada kumparanMOM, Senin (3/8).

Meski begitu, asupan lemak nan terlalu banyak tetap dapat menimbulkan beberapa dampak, seperti:

  • Berat badan bayi meningkat berlebihan

  • Bayi sigap kenyang sehingga asupan protein dan unsur besi berkurang

  • Meningkatkan akibat gangguan pencernaan, seperti mual, kembung, alias diare

Karena itu, orang tua tetap perlu memberikan lemak dalam jumlah nan sesuai dengan kebutuhan anak.

Tak hanya kelebihan, kekurangan lemak juga dapat berakibat pada kesehatan bayi. Beberapa akibat nan bisa terjadi antara lain:

  • Berat badan susah naik alias kurang

  • Perkembangan otak dan sistem saraf kurang optimal

  • Penyerapan vitamin A, D, E, dan K terganggu

  • Bayi lebih sigap lapar

Pilih Sumber Lemak Sehat untuk MPASI

Untuk memenuhi kebutuhan lemak harian bayi, orang tua dapat memilih beragam sumber lemak sehat, seperti:

  • Extra virgin olive oil (EVOO)

  • Minyak kanola

  • Alpukat

  • Ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan tuna

  • Kuning telur

  • Butter alias unsalted butter

  • Santan secukupnya nan dimasak hingga matang

  • Lemak alami dari daging dan ASI

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan