Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Lampung(MI/ROMMY PUJIANTO)
SELURUH gajah sumatra di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, terpantau kondusif setelah kebakaran melanda area Resor Kuala Penet. Kementerian Kehutanan memastikan tidak ada gajah liar maupun gajah di Pusat Konservasi Gajah nan terdampak langsung kebakaran.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi mengungkapkan, kebakaran terjadi sejak Jumat (21/8) siang dan sukses dipadamkan pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Area nan terdampak diperkirakan mencapai 673 hektare, meski nomor tersebut tetap berkarakter sementara dan menunggu verifikasi lapangan.
"Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, golongan gajah liar berada di wilayah utara taman nasional nan berjarak jauh dari letak kebakaran. Sementara itu, gajah nan berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area nan tidak terdampak," ungkap Ristianto, Senin (24/8).
Ia menyatakan, meski api telah sukses dipadamkan, petugas tetap memantau pergerakan gajah dan kondisi area untuk memastikan satwa liar tetap terlindungi. Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Adapun, pemadaman kebakaran melibatkan sekitar 250 personel campuran dari Balai Taman Nasional Way Kambas, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, golongan tani hutan, koperasi, dan Masyarakat Peduli Api.
"Proses pemadaman menghadapi tantangan lantaran sebagian area merupakan lahan bergambut dengan akses nan susah dan sumber air nan berada cukup jauh dari letak kebakaran. Sebagian titik apalagi kudu dijangkau petugas dengan melangkah kaki," beber dia.
Setelah api padam, lanjutnya, personel campuran melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak ada titik api nan kembali muncul. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian lantaran mempunyai potensi kebakaran berulang.
Balai Taman Nasional Way Kambas juga bakal meningkatkan patroli dan pengamanan area serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat.
Selain mencegah kebakaran, sambung dia, pengamanan tersebut dilakukan untuk melindungi area konservasi dari perburuan, perambahan, dan aktivitas terlarangan lain nan dapat menakut-nakuti kediaman satwa, termasuk gajah sumatra.
"Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan andaikan menemukan asap maupun titik api di sekitar area Taman Nasional Way Kambas," pungkas Ristianto. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·