Kebakaran Lahan Gambut Muarojambi Meluas ke Desa Rondang Kumpeh

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kebakaran Lahan Gambut Muarojambi Meluas ke Desa Rondang Kumpeh Upaya pemadaman karhutla di Jambi.(Dok. Manggala Agni)

PERJUANGAN pasukan Manggala Agni berbareng Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi kian menantang. Setelah sukses mengendalikan api di Kecamatan Sungai Gelam, titik api baru sekarang dilaporkan melompat ke lahan gambut di Desa Rondang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi.

Upaya pemadaman nan dikomandoi oleh Brigadir Jenderal TNI Nyamin selaku Pelaksana Harian Penanganan Karhutla Provinsi Jambi ini terus bersambung sejak titik api terdeteksi pada Rabu siang. Kepala Manggala Agni Daops Kota Jambi, Rinaldi, berbareng Kapolres Muaro Jambi, Ajun Komisaris Besar Bayu Noormansyah, membenarkan terjadinya peristiwa karhutla di wilayah Kumpeh tersebut pada Kamis (13/8/2026).

Rinaldi mengungkapkan bahwa medan di pedalaman Desa Rondang mempunyai tingkat kesulitan nan serupa dengan letak kebakaran sebelumnya di Desa Persiapan Air Merah, Sungai Gelam. Selain cuaca terik dan angin kencang, tim di lapangan menghadapi hambatan serius mengenai minimnya sumber air dan aksesibilitas peralatan menuju titik api.

“Tim terpaksa membersihkan kanal dan membikin lubang-lubang mini lebih dalam untuk mengumpulkan air di kanal-kanal nan berada dekat letak lahan terbakar. Setelah terkumpul, air disedot mesin pompa kemudian digunakan untuk menyirami kebakaran di bawah permukaan gambut,” jelas Rinaldi.

Hingga Kamis sore, tim campuran nan terdiri dari 68 personel tetap berjibaku mengendalikan api. Berdasarkan info nan dihimpun, kebakaran ini melahap lahan belukar di areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat serta areal konsesi perusahaan korporasi.

Lahan nan terbakar di wilayah Kumpeh tersebut diduga masuk dalam areal konsesi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Puri Hijau Lestari (PHL).

Petugas terus melakukan upaya pendinginan di bawah permukaan gambut guna memastikan api betul-betul padam dan tidak kembali menyebar akibat tiupan angin kencang di letak tersebut. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia