Kebakaran rimba terus melanda Yunani dengan lebih dari 70 titik api berkobar.(Anadolu Agency)
KEBAKARAN rimba dahsyat terus melanda beragam wilayah di Yunani pada Sabtu (1/8/2026), nan mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga. Angin kencang menjadi hambatan utama bagi petugas pemadam kebakaran dalam upaya menjinakkan si jago merah nan terus meluas.
Melansir laporan Anadolu Agency, titik api terbesar terdeteksi di dekat kota pesisir Porto Germeno, nan berjarak sekitar 60 kilometer di sebelah barat Athena. Setelah berjibaku sepanjang malam, pesawat pemadam kebakaran kembali dikerahkan untuk melakukan penyiraman dari udara guna memutus rantai api.
Pemerintah Yunani telah mengaktifkan sistem peringatan darurat 112 dan memerintahkan pemindahan segera bagi penduduk di wilayah Porto Germeno, Psatha, dan Mytikas. Dilaporkan sebanyak 12 orang sukses dievakuasi menggunakan perahu pada malam hari untuk menghindari kepungan api.
Dampak kerusakan mulai terlihat di pemukiman warga. Media lokal melaporkan sejumlah rumah hancur dilalap api, dan satu unit mobil pemadam kebakaran gosong terbakar saat sedang bekerja di lapangan. Selain di Porto Germeno, petugas juga tetap berupaya mengendalikan kebakaran di wilayah Peloponnese bagian barat laut, sementara situasi di Rethymno, Pulau Kreta, dikabarkan mulai menunjukkan tren membaik.
Otoritas keamanan Yunani mencatat lebih dari 70 titik kebakaran rimba muncul di beragam penjuru negeri sejak Jumat pagi. Kombinasi cuaca panas ekstrem, kondisi lahan nan kering, serta embusan angin kencang memicu penyebaran api secara sigap ke area permukiman.
Insiden kebakaran terpisah juga dilaporkan terjadi di area Gunung Poikilo, pinggiran barat Athena. Kobaran api sempat mendekati area permukiman Haidari dan kompleks Rumah Sakit Jiwa Daphni. Sebagai langkah mitigasi, sebanyak 17 pasien telah dipindahkan ke letak nan lebih kondusif meskipun api dilaporkan belum memasuki area akomodasi kesehatan tersebut.
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, pada Sabtu telah mengunjungi pusat koordinasi krisis Badan Perlindungan Sipil. Kunjungan tersebut bermaksud untuk memantau langsung perkembangan situasi dan memastikan jasa darurat terus beraksi secara maksimal di seluruh wilayah terdampak. (MTVN/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·