ilustrasi kebakaran rimba di Kanada.(Antara)
PERDANA Menteri (PM) Kanada Mark Carney mengatakan situasi kebakaran hutan di negaranya semakin memburuk secara signifikan dalam tiga pekan terakhir.
Dalam unggahan di platform X, Rabu (14/7), Carney menyebut ribuan warganya terpaksa mengungsi dan belum mengetahui apakah rumah mereka dapat selamat dari amukan api.
"Situasi kebakaran rimba telah meningkat secara signifikan dalam tiga pekan terakhir di seluruh negeri, terutama di Northwestern Ontario. Ribuan orang terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka dan tidak tahu apakah rumah mereka bakal bisa bertahan," kata Carney.
Asap kebakaran rimba di Kanada juga dilaporkan telah mencapai Amerika Serikat. Koresponden RIA Novosti melaporkan langit di atas New York dan Boston diselimuti kabut asap akibat kebakaran tersebut.
Menurut Pusat Kebakaran Hutan Antar-departemen Kanada (CIFFC), saat ini terdapat 843 kebakaran rimba aktif di seluruh negeri, dengan 181 di antaranya masuk kategori di luar kendali.
Sejak awal tahun ini, Kanada mencatat nyaris 3.500 kebakaran rimba dengan total area terdampak mencapai sekitar 1,9 juta hektare. Sementara itu, CBC News, Rabu, menayangkan rekaman dari kabin kereta peralatan nan memperlihatkan para pekerja meminta pertolongan darurat setelah terjebak di tengah kobaran api.
Video tersebut beredar luas di media sosial dan memicu tuntutan pertanggungjawaban terhadap operator kereta Canadian National Rail. Perusahaan itu kemudian menyatakan seluruh pekerja nan terjebak di dekat Armstrong, Ontario, dapat dievakuasi dengan kondisi selamat. Canadian National Rail juga mengumumkan seluruh operasinya di wilayah tersebut dihentikan sementara akibat kebakaran. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·