Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menemui family korban kasus pembunuhan satu family di Paoman, Indramayu, nan menewaskan lima orang.
Pertemuan tersebut diunggah melalui kanal YouTube miliknya pada Minggu (3/5), saat KDM mengundang family korban ke Lembur Pakuan untuk membahas perkembangan kasus.
Kasus ini tetap bergulir di pengadilan dengan terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan nan membantah keterlibatan mereka.
Soroti Dugaan Alibi Terdakwa
Dalam pertemuan tersebut, KDM menyoroti dugaan upaya terdakwa membangun alibi dan mengalihkan tuduhan kepada pihak lain.
"Pelaku pembunuhan ini pintar. Dia sukses merekayasa bahwa pelakunya adalah Evan, dan nyaris Evan menjadi korban. Saking pintarnya, dugaan orang pada waktu itu sudah beranggapan pelakunya adalah Evan," ujar KDM.
Ia juga mempertanyakan munculnya empat nama lain nan disebut sebagai pelaku oleh terdakwa.
"Kalau pelaku sebenarnya adalah mereka, berfaedah Ririn ini tahu dong pelakunya. Tinggal lihat info KTP-nya, alamatnya di mana. Kan mudah nangkepnya. Pertanyaan saya, kenapa nan empat ini belum ditangkap? Apakah wujudnya ada? Jangan-jangan ini infonya kosongan," tegasnya.
Keluarga Yakin Terdakwa Pelaku
Keluarga korban menyatakan keyakinannya bahwa kedua terdakwa merupakan pelaku pembunuhan.
"Saya percaya pelakunya adalah Ririn dan Priyo. Saya tetangga sendiri di Pepabri (rumah Ririn dan Priyo) itu. Di CCTV itu ada dua-duanya, bolak-balik beli rokok sama beli kopi waktu hari Jumat dan Sabtu. Mereka tetap tidur di rumah korban saat itu," ujar Rohaemah, salah satu family korban.
Ia juga menilai sanggahan terdakwa sebagai upaya memutarbalikkan fakta.
"Dia membantah, katanya bukan saya pelakunya. Tapi saya memandang mayatnya, dan saya percaya hanya dua itu pelakunya. Sekarang mereka hanya memutar balikkan kebenaran orang lain," lanjutnya.
Sorotan pada Bukti dan Aset
Keluarga korban lainnya menyoroti dugaan penguasaan kekayaan milik korban oleh terdakwa.
"Dia ngambil biaya nan ada di CCTV ambil duit di briling, duit DANA dari akun mas Budi diambil. HP-nya, dompetnya, semuanya sudah diambil pakai KTP dia," jelas Tety Setiawati.
"Kalau dia (Ririn dan Priyo) bukan pembunuhnya kenapa enggak lapor saya bukan pembunuhnya pada saat di BAP," tambahnya.
Harapan pada Proses Hukum
Keluarga korban berambisi proses norma melangkah objektif dan transparan.
"Di Indonesia menurut saya hari ini enggak ada anak siapa, family siapa. Kalau memang dia pelaku kejahatan, enggak ada nan bisa nutup-nutupin," ujar Dedi Mulyadi.
Sementara itu, penduduk Indramayu berjulukan Zamin mengaku mengikuti perkembangan kasus dari beragam sumber informasi.
"Sebagian ada jenis dari BAP, ada dari medsos, Ada nan tetap men-judge jika pelakunya itu dua orang. Ada juga info bahwa ada selain itu pelaku pembunuhannya, dan otaknya bukan dari dua orang itu," ujarnya.
Ia berambisi seluruh kebenaran dapat diungkap secara jelas agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
"Kalau framing-nya pembunuhnya itu lima orang ya diungkap, jika framing-nya dua orang ya diperjelas logika-logikanya. Seperti itu aja sih sebenarnya," tandas Zamin.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·