Jakarta -
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka siap menjadi airport pengganti bagi pendaratan dan penerbangan pesawat. Hal ini usai penutupan delapan airport akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
KDM pun telah meminta para staf Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk melayani penumpang di Bandara Kertajati, termasuk memberikan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi dan orangtua.
"Saya minta seluruh jejeran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang nan bakal berangkat dan tiba di Kertajati," kata KDM dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun berambisi operasional pesawat di Bandara Kertajati bisa melangkah kondusif dan nyaman.
Bandara Kertajati ditetapkan sebagai airport pengganti oleh Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi penerbangan nan tidak dapat mendarat di sejumlah airport akibat abu vulkanik. Bandara Kertajati dinyatakan tidak terdampak abu vulkanik setelah dilakukan 'paper test' di airport tersebut.
Sementara itu, delapan airport nan ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, ialah Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.
(anl/ega)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·