KBRI Muscat Pantau Nasib WNI ABK yang Kena Serangan Drone di Laut Merah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Laut Merah. Foto: Ali Chehade Farhat/Shutterstock

Kementerian Luar Negeri lewat KBRI Muscat terus memantau perkembangan terkini, dari serangan drone nan menghantam kapal kargo MV Tihamah di wilayah Yaman, pada Selasa (11/8). Kapal tersebut diawaki oleh sejumlah kru (anak buah kapal/ABK), ialah 8 Warga Negara Pakistan dan 3 Warga Negara Indonesia (WNI).

"Berdasarkan komunikasi KBRI Muscat dengan ABK WNI nan selamat, kejadian terjadi saat kapal sedang sandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, lewat keterangan tertulisnya, Selasa (11/8).

Dari ketiga WNI itu, seorang ABK mengalami luka ringan akibat serpihan. Namun dia tidak dirawat di rumah sakit. Satu lainya mengalami luka dan telah dirawat di rumah sakit, dan seorang lainnya sempat dikabarkan meninggal.

"Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal bumi dalam kejadian tersebut," kata Heni.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, saat press briefing di Ruang Palapa Kemlu RI, Jakarta, Kamis (9/7). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Kemlu Verifikasi Kabar WNI nan Tewas

Menanggapi sejumlah pemberitaan media asing, nan menyebut bahwa ada WNI nan tewas, Kemlu tetap bakal memverifikasi buletin tersebut. Melalui KBRI Muscat, berita WNI itu terus dicari.

"Namun, info tersebut tetap dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas mengenai untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI nan bersangkutan," ucap Heni.

Saat ini, Kemlu berbareng KBRI Muscat bakal terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak-pihak mengenai lainnya untuk memperoleh perkembangan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Mereka juga tengah mempersiapkan langkah-langkah nan diperlukan guna memastikan pelindungan bagi ketiga ABK WNI termasuk mengupayakan penanganan dan pertolongan nan diperlukan serta mempersiapkan fasilitasi kepulangan para WNI ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan