Sebanyak 140 calon pengantin mengaku menjadi korban dugaan penipuan salah satu wedding organizer (WO) di Majalaya, Kabupaten Bandung, dengan total kerugian mencapai Rp 2,4 miliar. Polda Jawa Barat tengah menyelidiki kasus tersebut.
Salah seorang korban, Sunsun Nugraha Tasdik, mengaku awalnya tertarik menggunakan jasa WO tersebut lantaran menawarkan paket pernikahan dengan nilai nan jauh lebih murah.
Menurut Sunsun, selain nilai nan terjangkau, pihak WO juga menjanjikan kerja sama dengan sejumlah vendor ternama sehingga membikin banyak calon pengantin percaya untuk menggunakan jasanya.
"Karena memang paket nan beliau tawarkan kepada kita itu memang sangat cukup murah. Dan beliau menjanjikan dengan vendor-vendor nan pada bagus nan akhirnya kita tertarik untuk memakai jasa beliau," kata Sunsun saat dihubungi pada Minggu (7/6).
Sunsun sendiri dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada 21 Juni 2026. Namun, rencana tersebut terancam batal setelah terungkap bahwa sejumlah vendor nan dijanjikan rupanya belum menerima pembayaran dari pihak WO.
"Sudah pasti bakal batal lantaran ketika saya konfirmasi ke vendor-vendor nan memang dia janjikan rupanya untuk di tanggal 21 alias aktivitas saya itu tidak ada alias belum ada pembayaran sama sekali," katanya.
Ia mengaku melakukan pemesanan pada April 2026 dan langsung melunasi seluruh pembayaran sesuai permintaan pihak WO.
"April tanggal 13-an kita udah bayar full semua," ucapnya.
Menurut Sunsun, kebanyakan korban juga melakukan pembayaran penuh setelah tergiur promo nan ditawarkan. Bahkan, beberapa calon pengantin nan agenda pernikahannya tetap berjalan hingga 2027 disebut telah melunasi biaya pernikahan mereka.
Korban baru mengetahui adanya masalah setelah muncul berita bahwa pemilik WO tidak lagi dapat dihubungi oleh calon pengantin nan aktivitas pernikahannya dijadwalkan berjalan dalam waktu dekat.
"Awalnya itu muncul dari calon pengantin nan acaranya diselenggarakan hari ini, Minggu (7/6). Jadi ketika hari Rabu siang si terduga tersangka ini tiba-tiba lenyap dan tidak bisa diajak komunikasi, tiba-tiba lenyap aja," ujarnya.
Dari sana, para calon pengantin mulai berkomunikasi satu sama lain dan menemukan adanya dugaan masalah nan sama.
Saat ini, para korban membentuk forum komunikasi untuk mendata jumlah korban serta mengumpulkan beragam bukti transaksi nan dimiliki.
Sunsun berambisi pihak WO dapat menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan nan dialami para calon pengantin dan vendor.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·