Kasus Pelecehan Seksual Unnes: Satgas PPK Identifikasi 3 Korban, Pelaku FA Diperiksa Polisi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Satgas PPK Identifikasi 3 Korban, Pelaku FA Diperiksa Polisi Pelaku pelecehan seksual secara verbal di lingkungan kampus Unnes FA tetap menjalani pemeriksaan interogator di Polrestabes Semarang usai diamankan petugas.(Akhmad Safuan/MI)

KASUS dugaan pelecehan seksual secara verbal nan melibatkan seorang mahasiswa di Universitas Negeri Semarang (Unnes) terus bergulir. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unnes sekarang telah mengidentifikasi tiga orang korban dalam perkara tersebut.

Kepala Seksi Humas Unnes, Surahman mengungkapkan  kasus ini bermulai dari laporan melalui hotline pengaduan dengan Nomor 020/KS/VI/2026, Rabu (17/6). Satgas PPK langsung bergerak melakukan identifikasi dan pengumpulan bukti sejak sore hari sebelum terjadinya tindakan massa mahasiswa.

"Berdasarkan penelusuran kasus pelecehan seksual secara verbal tersebut, PPK Unnes mengidentifikasi ada tiga korban," ujar Surahman, Jumat (19/6).

Kronologi Penggerudukan Pelaku

Ketegangan sempat memuncak ketika info mengenai dugaan pelecehan ini menyebar di media sosial. Ratusan mahasiswa nan geram mendatangi terduga pelaku berinisial FA di lingkungan kampus, tepatnya di area ATM Center Unnes, pada Rabu (17/6) malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga Kamis (18/6) awal hari.

Aksi spontan tersebut dipicu oleh keresahan mahasiswa atas perilaku pelaku nan dinilai meresahkan. Untuk menghindari tindakan anarkis, petugas kepolisian dari Polrestabes Kota Semarang segera mengamankan FA guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Catatan Redaksi: Hingga Jumat (19/6), pelaku FA terpantau menjalani pemeriksaan di Satuan Reskrim Polrestabes Semarang. Pelaku tampak tertunduk dan menyampaikan permohonan maaf di hadapan penyidik.

Pendalaman Bukti Elektronik

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, menegaskan bahwa proses norma tetap berjalan. Saat ini, polisi konsentrasi mengumpulkan peralatan bukti, termasuk bukti elektronik berupa pesan singkat (chat) dari pelaku kepada para korban.

"Sementara ini baru satu korban nan telah dimintai keterangan. Kami mengimbau agar korban lain segera melapor agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas dan pelaku mendapat balasan setimpal," tegas Ni Made Sriniti.

Pihak kampus menyatakan bakal tetap mengikuti sistem nan bertindak dalam penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di UNNES, sembari memastikan Satgas PPK bekerja maksimal untuk memberikan perlindungan bagi para korban di lingkungan akademik. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia