Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tak Temukan Racun di Klinik Jaksel

Sedang Trending 8 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyatakan tidak menemukan racun di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP) mengenai kasus kematian laki-laki berjulukan Sutrimo.

"Enggak, enggak (ditemukan racun)," kata Kasubnit Resmob Polres Jaksel Ipda Robby Pasha kepada wartawan, Senin (27/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, dalam olah TKP hari ini polisi membawa sejumlah peralatan bukti dari klinik tersebut. Usai olah TKP, seorang personel terlihat membawa tiga balut kertas berwarna cokelat nan diduga peralatan bukti.

Setelah proses olah TKP, kepolisian juga memasang garis polisi di pagar dan pintu masuk di klinik kecantikan tersebut.

Robby mengatakan peralatan bukti tersebut selanjutnya dibawa ke Puslabfor untuk dilakukan proses pemeriksaan. Kendati demikian, Robby tak membeberkan soal peralatan bukti apa saja nan diamankan dari letak dan bakal dilakukan pemeriksaan.

"(Dibawa ke) Labfor," kata Robby.

Sebelumnya, seorang laki-laki berjulukan Sutrimo meninggal bumi pada Kamis (23/7) lalu. Sutrimo ditemukan dalam dalam kondisi tidak sadarkan diri di laman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.

"Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).

Budi mengatakan saat ini penyelidik tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan penjelasan terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain nan mengetahui peristiwa tersebut.

"Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, letak awal ditemukannya almarhum, serta info lain nan berangkaian juga sedang didalami," tutur dia.

Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.

CNNIndonesia.com menghubungi Febri Diansyah selaku kuasa norma Febrie Adriansyah untuk mengonfirmasi info tersebut, namun belum direspons.

Sementara itu, Budi mengatakan pihaknya tetap melakukan penyelidikan mengenai sosok korban.

"Masih didalami," ucap Budi.

(dis/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional