Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Melonjak, OPD dan Masyarakat Didesak Bersinergi

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Melonjak, OPD dan Masyarakat Didesak Bersinergi Ilustrasi(Magnific.com)

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih menyampaikan keprihatinan mendalam atas melonjaknya nomor penderita HIV/AIDS di wilayah Sidoarjo. Berdasarkan info terbaru, dalam beberapa bulan terakhir terjadi lonjakan kasus nan cukup drastis, ialah dari lima ribuan kasus menjadi lebih dari tujuh ribuan kasus.

"Kami sangat prihatin atas peningkatan kasus ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Sidoarjo ini. Hanya dalam beberapa bulan saja peningkatannya cukup drastis," kata Abdillah Nasih kepada media, Minggu (14/6).

Menyikapi kejadian ini, Abdillah mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk menghilangkan ego sektoral dalam penanganan kasus. Menurutnya, tanggung jawab penanggulangan HIV/AIDS tidak boleh dibebankan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) semata, melainkan kudu melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengenai dan seluruh lapisan masyarakat.

Nasih memaparkan bahwa dari info nan dihimpun, segmen penderita sekarang meluas ke beragam kalangan, termasuk pegawai, ibu rumah tangga, hingga golongan LSL (Lelaki Suka Lelaki) nan tercatat di Delta Crisis Center. Secara geografis, penyebaran virus ini ditemukan merata di 18 kecamatan di Sidoarjo, dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah Kecamatan Sidoarjo dan Kecamatan Candi.

Meskipun nomor ini mengkhawatirkan, Nasih memandang adanya sisi positif dari melonjaknya statistik tersebut. Peningkatan nomor ini mengindikasikan tumbuhnya kesadaran di kalangan penderita untuk berani melapor dan memeriksakan diri. Sebelumnya para penderita banyak nan merasa malu alias terkungkung oleh stigma negatif.

"Jika dilihat dari sisi positif, peningkatan ini menunjukkan kesadaran masyarakat penderita nan mau melapor. Dengan diketahuinya jumlah ODHA nan akurat, pemerintah bisa segera mengantisipasi langkah pengobatan dan penanggulangannya," kata Nasih.

Guna menekan laju penularan nan diduga berangkaian dengan pergeseran pola hidup masyarakat, DPRD Sidoarjo mendorong penerapan strategi sigap dari hulu ke hilir. Di antaranya menggandeng para ustadz dan ormas keagamaan untuk memberikan pemahaman nilai-nilai norma kepercayaan di masyarakat.

Selain itu menggencarkan sosialisasi di posyandu-posyandu dan memastikan ODHA tahu bahwa obat HIV/AIDS disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah melalui Puskesmas. Selanjutnya melakukan langkah preventif seperti tes urine berkala terhadap pegawai di tempat wisata, perhotelan, hingga tempat intermezo malam demi mengantisipasi penularan melalui jarum suntik narkoba.

PMI (Palang Merah Indonesia) juga berkedudukan dalam menekan penyebaran virus ini. Yaitu memperketat skrining dan sterilisasi darah dari para pendonor untuk memastikan keamanan transfusi darah.

Di akhir pernyataannya, Abdillah Nasih juga mengimbau masyarakat untuk berakhir mengucilkan para penderita HIV/AIDS. Ia menegaskan bahwa penularan virus ini tidak terjadi melalui kontak sosial biasa seperti bersalaman alias berpelukan.

"Jangan sampai mereka dikucilkan. Semangat hidup adalah obat nan paling utama bagi saudara-saudara kita nan merupakan ODHA. Dukungan family dan lingkungan sangat krusial agar mereka tetap mempunyai angan hidup dan daya baru," kata Nasih. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia