Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin(MI/KRISTIADI)
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami peningkatan cukup signifikan terjadi sejak bulan Januari hingga Juni 2026 tercatat 816 orang positif. Peningkatan tersebut, menyebabkan 5 meninggal dan beberapa orang berangsur sembuh.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin mengatakan, musim tandus nan terjadi di beragam wilayah menyebabkan kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat. Peningkatan tersebut, terjadi sejak bulan Januari-Juni tercatat 816 orang termasuk di antaranya 5 orang meninggal.
"Kasus DBD terjadi sejak Januari-Juni 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan disebabkan aspek cuaca tidak menentu terkadang hujan, panas terjadi beberapa wilayah hingga masyarakat juga kurang memperhatikan lingkungan sekitar. Kasus tersebut, banyak ditemukan perkampungan dan 5 orang di antaranya meninggal tidak tertolong," ujar Yodi Sirojudin, Senin (22/6/2026).
Menurut Yodi, meningkatnya kasus DBD di Garut petugas kesehatan terus berupaya melakukan edukasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan melalui pengasapan (fogging) di beberapa letak endemik hingga memeriksa jentik di setiap rumah seperti di bak mandi. Namun, kasus di wilayahnya berasas laporan 5 orang meninggal dan sebagian telah berangsur sembuh.
"Kami selalu memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M) hingga pemberantasan sarang nyamuk, menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS). Akan tetapi, aspek cuaca tidak menentu dapat menyebabkan jentik nyamuk bisa tumbuh dewasa," katanya.
Menurutnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Garut meningkat tapi tidak signifikan lantaran semua info berasas laporan dari Puskesmas dan rumah sakit. Namun, petugas Kesehatan berupaya agar masyarakat kudu lebih semangat dalam aktivitas satu rumah satu jumantik dan selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan rumah.
"Dinas kesehatan tidak bekerja sendiri dalam pemberantasan sarang nyamuk, tapi masyarakat kudu peduli guna menekan kasus agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa. Kami mengimbau masyarakat lebih semangat membuang sampah pada tempatnya apalagi saat ini aspek cuaca tidak menentu," pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·