Jakarta, CNBC Indonesia - Barang-barang mewah nan disita dalam kasus pencucian duit senilai S$3 miliar (Rp 42 triliun) di Singapura mulai dilelang. Perhiasan permata hingga ratusan tas mewah sekarang ditawarkan secara online kepada pembeli dari seluruh dunia.
Mengutip Channel News Asia (CNA), Senin (7/9/2026), ada total 624 peralatan nan ditawarkan melalui rumah lelang Hotlotz pagi ini. Barang tersebut terdiri dari 286 perhiasan dan 338 tas.
"Seluruhnya dilelang dalam dua sesi berjudul Luxury Handbags & Accessories dan Fine Jewellery Part One," tulis laman Singapura itu.
"Dua lelang tersebut diperkirakan menghasilkan total S$2,9 juta-S$3,9 juta (sekitar Rp40,4 miliar-Rp54,3 miliar)," tambahnya.
Lelang tas dan aksesori bakal ditutup pada 20 September 2026. Sementara lelang perhiasan bakal berhujung pada 27 September 2026.
Sejumlah peralatan menarik perhatian. Di antaranya cincin permata "fancy yellow" 15,02 karat nan mempunyai nilai pembukaan tertinggi dalam seluruh lot, ialah S$180.000 (Rp2,51 miliar).
Ada juga ua gelang permata Hermes Kelly serta cincin permata dari Cartier dan Graff. Harga pembukaan barang-barang tersebut berkisar antara S$30.000 hingga S$80.000 (Rp417,6 juta hingga Rp1,11 miliar).
Selain itu, tersedia koleksi empat tas mini Chanel nan dirilis pada 2020 untuk mengenang mantan kepala imajinatif Chanel, Karl Lagerfeld berjulukan "Success Story" dengan nilai S$10.000 (Rp139,2 juta). Ada pula tas Louis Vuitton x Yayoi Kusama Pumpkin Bag jenis terbatas berbahan kulit monogram nan juga dipatok di nilai sama.
Perlu diketahui, Hotlotz mengenakan buyer's premium sebesar 20% di atas nilai penawaran terakhir. Biaya tersebut sudah mencakup pajak peralatan dan jasa (GST) Singapura, meski dapat dibebaskan bagi pembeli dari luar negeri.
Sistem lelang juga menggunakan sistem perpanjangan waktu. Jika ada penawaran baru dalam lima menit terakhir sebelum sebuah peralatan ditutup, waktu lelang bakal diperpanjang lima menit. Proses tersebut bakal terus berjalan sampai tidak ada penawaran baru selama lima menit penuh.
Uang Masuk Kas Negara
Aset-aset tersebut sebelumnya diserahkan oleh kepolisian Singapura kepada perusahaan audit Deloitte untuk proses likuidasi pada Agustus tahun lalu. Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam mengatakan dalam jawaban parlemen pada Februari tahun lampau bahwa hasil penjualan aset bakal disetorkan ke Consolidated Fund, rekening utama pemerintah Singapura.
Dana tersebut menjadi tempat penerimaan pendapatan pemerintah sekaligus digunakan untuk membiayai shopping negara. Kasus pencucian duit senilai S$3 miliar tersebut merupakan salah satu kasus pencucian duit terbesar nan pernah ditangani Singapura.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·