Yayasan Sekolah Harapan Ibu Pondok Pinang membantah sejumlah pernyataan nan dikaitkan dengan eks Ketua Pengurus Yayasan, IWD, mengenai bentrok internal yayasan. Pihak yayasan menilai persoalan nan terjadi bukan bentrok antarpendiri, melainkan upaya mengembalikan pengelolaan sekolah sesuai tujuan awal pendiriannya.
Sebelumnya, sebanyak 995 senapan angin, sepucuk senjata api, narkotika, hingga CD porno ditemukan di penyimpanan yayasan sekolah ini. Gudang ini disebut telah lama dikunci selama era IWD memimpin kepengurusan yayasan tersebut.
Kuasa norma yayasan, Alvon Kurnia Palma, mengatakan tidak ada bentrok di antara para pendiri yayasan. Hal itu disampaikannya untuk meluruskan narasi mengenai persoalan internal nan berkembang.
“Nah pertama-tama tidak ada bentrok dalam artian pendiri yayasan itu sendiri. Itu terbukti pada saat ini sudah ada salah satu pendirinya selain dari Bapak Adam Malik mantan Wapres, dan kemudian juga dengan Bapak Mahwardi Labae beliau dan kemudian Bapak Suro nan dituduh kemarin-kemarin itu,” kata Alfons dalam konvensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8).
Menurut Alfons, pihak yayasan mau memastikan sekolah kembali pada visi awal pendiriannya, ialah memberikan pendidikan kepada anak-anak.
“Pada saat ini tidak ada bentrok di antara pendiri itu sendiri. Nah oleh karena itu makanya kita mau mengatakan bahwa visi misi dari pendiri itu tetap gimana mencetak dari anak nan saleh sebagai suatu harapan,” ujarnya.
Sementara itu, Hermawanto menyebut pihaknya menemukan sejumlah persoalan nan dinilai berangkaian dengan pengelolaan yayasan. Dia menuding IWD masuk ke dalam yayasan berbareng personil keluarganya dan kemudian menggunakan yayasan untuk kepentingan pribadi.
“Fakta hari ini sudah menunjukkan bahwa ada penyalahgunaan yayasan nan dilakukan oleh IWD nan potensial itu hanyalah untuk kepentingan pribadi dan kepentingan keluarganya,” kata Hermawanto.
Hermawanto juga mengungkap dugaan adanya pengajuan angsuran atas nama yayasan untuk pembangunan lapangan padel nan disebut dikelola family IWD. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu perihal nan dipersoalkan pihak yayasan.
“Termasuk juga peminjaman angsuran bank atas nama yayasan namun uangnya digunakan untuk membangun lapangan padel, nan dikelola family IWD,” ujarnya.
Bantah Larang IWD ke Sekolah
Pihak yayasan juga membantah pernyataan bahwa IWD tidak diperbolehkan datang ke sekolah selama sekitar lima bulan. Hermawanto menyebut persoalan tersebut berangkaian dengan proses pengelolaan yayasan dan bukan bentrok antarpendiri.
Dalam kesempatan nan sama, Hermawanto menilai keberadaan senjata di lingkungan sekolah menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan akomodasi sekolah.
“Fakta penemuan senjata adalah kebenaran nan tidak bisa dibantah bahwa sekolah telah dijadikan sebagai penyimpanan dari bisnis-bisnis mereka nan kemudian merugikan sekolah, merugikan misi mulia, merugikan marwah pendiriannya,” ujarnya.
Kata Kuasa Hukum IWD
Sebelumnya, Direktur utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus kuasa norma IWD, Alhadid Endar Putra menyatakan kubu kliennya sudah tidak lagi menguasai lingkungan sekolah sejak April 2026.
"Nah, kita nggak tahu, kita nggak boleh masuk ini dari April. Jadi apa aja nan mereka rencanakan, apa aja nan mereka taruh di dalam situ, apa aja nan mereka setting dalam situ kita enggak tahu," ujar Alhadid.
la juga membantah tudingan bahwa kliennya membawa seluruh kunci ruangan sekolah sehingga pengurus baru tidak mempunyai akses. Pihaknya juga menjelaskan air softgun nan ditemukan mempunyai izin dan dipergunakan untuk aktivitas ekskul.
Sebelumnya, Polisi saat ini menyelidiki temuan sekitar 995 senjata di lingkungan sekolah swasta di Pondok Pinang.
Polda Metro Jaya juga menyelidiki kepemilikan satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA nan ditemukan di lokasi. Senjata tersebut tercatat atas nama seseorang nan telah meninggal pada 2020.
Selain itu, polisi tetap menyelidiki temuan peralatan lain nan ditemukan pihak yayasan pada Rabu (5/8), termasuk laras panjang, laras pendek, peredam, magasin, amunisi beragam kaliber, taser gun, hingga perangkat kreator peluru.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·