Ilustrasi(Dok Istimewa)
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) melanda area rimba tanaman jati milik Perum Perhutani di Petak 43, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa (8/9) malam. Insiden ini mengakibatkan sedikitnya 2 hektare (ha) lahan rimba gosong dilalap si jago merah.
Peristiwa kebakaran tersebut mulai terdeteksi sekitar pukul 18.30 WIB. Lokasi titik api nan berada hanya sekitar 100 meter dari permukiman masyarakat sempat memicu kekhawatiran penduduk setempat.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengonfirmasi bahwa penanganan segera dilakukan guna mencegah api merambat ke rumah penduduk. "Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Lokasi kejadian berada sekitar 100 meter dari permukiman penduduk sehingga penanganan dilakukan dengan cepat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Kapolres pada Rabu (9/9).
Kronologi dan Upaya Pemadaman
Berdasarkan hasil asesmen Polsek Ayah, api pertama kali terlihat oleh penduduk di area rimba Petak 43. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat Desa Ayah, nan kemudian berkoordinasi dengan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta pihak kepolisian.
Tim campuran nan terdiri dari warga, personil LMDH, petugas Perhutani, polisi, TNI, BPBD, hingga Damkar langsung terjun ke lokasi. Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya lantaran medan dan kondisi di lapangan.
"Api diketahui berasal dari area bagian bawah rimba sebelah barat. Kobaran kemudian merambat ke bagian atas dan sisi area hutan," jelas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Kencangnya hembusan angin serta banyaknya tumpukan daun jati kering di letak membikin api menjalar dengan sangat cepat. Petugas memerlukan waktu beberapa jam untuk melokalisasi api agar tidak meluas ke area nan lebih luas.
Kondisi Terkini
Setelah upaya keras tim gabungan, api akhirnya sukses dipadamkan total pada pukul 23.30 WIB. Hingga saat ini, pihak berkuasa memastikan tidak ada rumah penduduk nan terdampak dan tidak ada korban jiwa. Terkait kerugian material, Perum Perhutani tetap melakukan pendataan lebih lanjut.
Meski api sudah padam, petugas tetap disiagakan di sekitar letak untuk melakukan pemantauan. "Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api alias titik api baru, mengingat area rimba berada tidak jauh dari permukiman," tambah Kapolres.
Operasi pemadaman ini melibatkan beragam unsur, di antaranya:
- Polsek Ayah dan Koramil 22 Ayah
- Pemerintah Kecamatan dan Desa Ayah
- Perum Perhutani
- BPBD dan Damkar Kabupaten Kebumen
- Destana dan Tim Reaksi Cepat Desa Ayah
- LMDH serta masyarakat setempat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Warga diminta segera melapor jika memandang kepulan asap alias titik api di area rimba maupun lahan terbuka guna mencegah kebakaran skala besar.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·