Karhutla di Jawa Tengah: Hutan Pinus Kebumen Terbakar, Banyumas Catat 28 Kejadian

Sedang Trending 58 menit yang lalu
 Hutan Pinus Kebumen Terbakar, Banyumas Catat 28 Kejadian Ilustrasi(Dok Polres Kebumen)

Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Jawa Tengah. Di Kabupaten Kebumen, sekitar 1,5 hektare lahan milik Perum Perhutani nan ditanami pohon pinus gosong terbakar, sementara di Kabupaten Banyumas, tercatat telah terjadi 28 kejadian karhutla sepanjang musim tandus ini.

Peristiwa di Kebumen terjadi di Petak 158 A1 RPH Pagebangan, BKPH Karanganyar, Kecamatan Karanggayam, pada Sabtu (5/9) malam. Kapolres Kebumen AKB I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 12.00 WIB oleh petugas KRPH Pagebangan.

Lokasi kebakaran berada di perbatasan Dukuh Karangsempu, Desa Clapar, dan Dukuh Kebunagung, Desa Gunungsari. "Api dengan sigap menjalar lantaran kondisi area nan kering serta diterpa angin cukup kencang," ujar Putu, Minggu (6/9).

Pemadaman Manual di Medan Sulit

Upaya pemadaman dilakukan oleh tim campuran nan terdiri dari Polri, TNI, Perhutani, BPBD Kebumen, pemerintah desa, dan penduduk setempat. Karena letak nan tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat, petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan sederhana untuk membikin sekat bakar.

Dari total lahan nan terbakar, satu hektare berada di wilayah Desa Clapar dan 0,5 hektare di Desa Gunungsari. Putu memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini lantaran letak kebakaran jauh dari permukiman warga.

"Kami menduga kebakaran dipicu tandus panjang nan membikin vegetasi kering dan mudah terbakar. Kami mengimbau penduduk tidak membakar sampah alias lahan sembarangan lantaran api mini bisa sigap membesar akibat angin kencang," tegasnya.

Banyumas Waspada Karhutla

Sementara itu, BPBD Kabupaten Banyumas melaporkan peningkatan signifikan kasus karhutla. Hingga Jumat siang, tercatat 28 kejadian kebakaran rimba dan lahan nan tersebar di 15 kecamatan dengan total luas area terdampak mencapai 23,9 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, menyebut bahwa lahan nan terbakar mencakup area Perhutani, tanah pemerintah desa, hingga lahan milik warga.

"Kami terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian, Damkar, TNI, dan relawan untuk mempercepat penanganan agar api tidak meluas ke area lain," kata Abdul.

BPBD Banyumas juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan titik api di sekitar tempat tinggal mereka guna mencegah akibat nan lebih luas selama puncak musim tandus ini.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia