Kutai Kartanegara -
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) terjadi di lahan perorangan hingga hanya berjarak sekitar 20 meter dari Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Lahan itu diduga sengaja dibakar untuk pembukaan kebun sawit.
Manajer KHDTK Samboja Nanang Riana mengatakan kebakaran terjadi di Sungai Merdeka RT 07, Kecamatan Samboja Barat pada, Selasa (1/9/2926). Informasi awal diterimanya dari penduduk sekitar pukul 15.00 Wita nan memandang asap muncul dari salah satu kebun.
"Kemarin sekitar pukul 15.00, sudah ada info dari penduduk kepada saya bahwa ada asap di kebunnya Pak Sayuti. Saya kemudian menindaklanjuti dengan turun ke lapangan untuk mengecek betul alias tidak," ujar Nanang, dilansir detikKalimantan, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanang kemudian mendatangi letak dan menemukan api tersebar di tiga titik. Salah satu titik kebakaran berada sangat dekat dengan pemisah KHDTK sehingga pihaknya langsung berkoordinasi untuk melakukan penanganan.
"Ternyata titik apinya banyak, tersebar di tiga titik. Salah satunya berada di letak nan berimpit dengan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Sehingga saya melakukan koordinasi dengan teman-teman PPI Jejak Pulang untuk penanggulangan kebakaran ini," jelasnya.
Kecurigaan adanya unsur kesengajaan muncul setelah kondisi lahan diperiksa. Selain ditemukan ajir sawit alias penanda nan ditancapkan ke tanah, Nanang memandang material di letak telah dikumpulkan alias ditumpuk. Menurutnya, ini merupakan pola pembersihan lahan dengan langkah dibakar.
"Sebenarnya dari awal saat memandang api itu saya sudah curiga. Ini bukan api nan timbul sendiri, pasti disengaja. Karena lokasinya memang letak nan sudah dibentuk untuk dibakar. Dirumpuk untuk dibakar," katanya.
Nanang menyebut lahan nan terbakar merupakan milik perorangan dan digunakan untuk perkebunan. Menurutnya, pola pembersihan dengan mengumpulkan vegetasi kemudian membakarnya biasa ditemukan dalam pembukaan lahan.
"Iya, pembakaran. Lokasi sawit biasanya seperti itu. Untuk pembersihannya dilakukan dengan langkah dirumpuk kemudian dibakar," ungkapnya.
Api saat itu apalagi hanya berjarak sekitar 20 meter dari pemisah KHDTK Samboja. Sekitar satu hektare lahan di sekitar area tersebut terbakar, namun api sukses dicegah sebelum masuk ke dalam KHDTK.
"Yang terbakar nyaris mendekati pemisah KHDTK, sekitar 20 meter. Hampir sampai, tetapi belum masuk," tuturnya.
Untuk diketahui, Samboja sendiri masuk area IKN.
Nanang mengatakan KHDTK Samboja mempunyai luas mencapai 3.517,53 hektare. Kawasan tersebut juga menjadi kediaman beragam satwa mulai dari macan dahan, beruang, lutung, monyet ekor panjang hingga trenggiling.
"Untuk satwa, mungkin nan paling tinggi itu macan dahan, kemudian beruang nan sempat terlihat. Ada macan dahan, beruang, kemudian nan lainnya mulai dari lutung sampai monyet ekor panjang. Kalau nan lainnya ada trenggiling dan banyak ular," katanya.
Selain karhutla, Nanang turut menyoroti persoalan penguasaan lahan di sekitar kawasan. Menurutnya, tekanan terhadap lahan semakin kuat sejak area Ibu Kota Nusantara (IKN) ditetapkan.
"Sangat tinggi. Apalagi sejak pertama kali IKN ditunjuk, semua orang menguasai lahan," tutur dia.
Baca selengkapnya di sini
(idh/idh)
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·