Karhutla Bikin Udara Berbahaya, Dokter Beberkan Pentingnya Clean Air Room untuk Anak

Sedang Trending 27 menit yang lalu

Karhutla Bikin Udara Berbahaya, Dokter Beberkan Pentingnya Clean Air Room untuk Anak

Kebakaran Hutan Bikin Udara Berbahaya. (Foto: Freepik)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) membikin kualitas udara jadi terdampak. Hal ini kemudian membahayakan banyak orang, utamanya anak-anak.

Bagi kesehatan anak-anak, karhutla melampaui sekadar krisis pemandangan udara berkabut. Lebih dari itu, ada ancaman langsung terhadap sistem pernapasan mereka nan tetap sangat sensitif dan rentan.

Di tengah kepungan polusi dan asap tebal, masyarakat kerap kali mencari solusi sigap melalui konsumsi suplemen, susu, hingga tren detox paru. Padahal, langkah konkret paling krusial nan dibutuhkan anak-anak saat ini adalah pembatasan paparan bentuk secara langsung dari sumber asap itu sendiri.

 Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap

1. Pentingnya Clean Air Room untuk Anak

Dokter ahli anak sekaligus influencer kesehatan, dr. Ardi Santoso, melalui sebuah unggahan edukatif di akun IG pribadinya mengingatkan orangtua dan masyarakat luas untuk segera mengambil tindakan nyata sebelum akibat jelek menghinggapi paru-paru buah hati saat karhutla terjadi.

“Selamatkan ‘Paru-Paru Anak’ dari Asap Kebakaran Hutan! Ini bukan sekadar udara berkabut. Ini masalah kesehatan anak nan kudu ditangani sekarang. Jangan biarkan anak terus menghirup asap. Saat asap menyelimuti tempat tinggal, nan paling krusial bukan vitamin, susu, detox paru. nan paling krusial kurangi asap nan masuk ke paru anak - anak termasuk golongan paling rentan,” ujar dr. Ardi.

Menghadapi kualitas udara nan buruk, memurnikan seluruh area rumah kerap kali susah dijangkau. Oleh lantaran itu, dr. Ardi merekomendasikan strategi nan dapat diterapkan oleh setiap keluarga, ialah menciptakan ruang udara bersih alias clean air room.

Konsep ini tidak menuntut pembenahan seluruh bagian rumah. Cukup konsentrasi pada satu area unik tempat anak paling banyak menghabiskan waktunya sehari-hari, seperti bilik tidur utama alias ruang bermain.

“Buat Clean Air Room di rumah. Tak kudu seluruh rumah, pilih satu bilik tempat anak paling banyak berada alias tidur, tutup pintu dan jendela, HEPA air purifier sesuai luas ruangan, AC mode recirculate, bebaskan rumah dari rokok/vape dan sumber asap, jangan membakar sampah, murangi masak berkepul saat polusi berat,” jelasnya.

2. Manfaat Clean Air Room

Dokter Ardi menekankan bahwa prinsip dari strategi clean air room sangat sederhana. Namun, akibat nan dihasilkan dari clean air room sangat besar bagi pertahanan tubuh anak.

“Targetnya sederhana, satu tempat di rumah di mana anak bisa bernapas dengan udara lebih bersih,” tambah dr. Ardi.

Perlindungan anak tidak boleh berakhir di periode pintu rumah. Menurutnya, sekolah sebagai tempat anak belajar dan berinteraksi juga mempunyai tanggung jawab besar dalam memitigasi akibat kabut asap, khususnya lembaga pendidikan nan berada di wilayah terdampak karhutla.

dr. Ardi menilai, sekolah idealnya mempunyai komitmen serupa untuk menghadirkan akomodasi ruang bersih agar proses belajar tetap aman.

“Satu sekolah satu Clean Air Room, sekolah di wilayah terdampak sebaiknya punya minimal satu ruang dengan HEPA air purifier sesuai ukuran ruangan, monitor PM2.5, pintu & jendela tertutup, AC mode recirculate jika tersedia, filter purifier cadangan,” paparnya.

Selain pembenahan akomodasi dalam ruang, penyesuaian kurikulum dan aktivitas bentuk siswa di luar kelas wajib dilakukan secepatnya ketika parameter kualitas udara menunjukkan level berbahaya. Seperti tidak upacara dan tidak melakukan aktivitas pembelajaran olahraga di luar ruangan.

“Saat kualitas udara buruk, tidak upacara, tidak olahraga outdoor, tidak bermain lama di luar,” tegas dr. Ardi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com