Ilustrasi(Dok Istimewa)
KARDUS selama ini identik dengan barang sederhana, rapuh, dan sering kali dianggap tidak bernilai. Namun, di tangan seniman muda Faisal Darmawan, kardus justru menjelma menjadi medium seni nan menyimpan cerita tentang perjalanan hidup, perpindahan, hingga harapan. Melalui rangkaian pameran tunggal berjudul Cardboard Room: Small Worlds Within, Faisal menggelar Art Talk & Workshop Session bertema Carthea: From Cardboard to Hope, di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi publik untuk mengenal lebih dekat proses imajinatif di kembali lahirnya Carthea, karakter visual nan menjadi identitas karya-karyanya.
Faisal mengatakan workshop dan pameran itu bermaksud memperkenalkan karya-karyanya sekaligus mengenalkan makna Carthea kepada masyarakat.
“Pameran ini kenapa kardus, jadi saya lebih konsentrasi memperkenalkan. Saya mau orang tahu apa itu Carthea,” ujar Faisal.
Menurutnya, ketertarikannya mengangkat kardus sebagai bagian dari seni lahir dari pengalaman pribadi sebagai seorang perantau. Ia kerapkali memandang gimana kardus selalu datang dalam proses perpindahan hidup seseorang, tetapi jarang betul-betul diperhatikan.
“Banyak orang menganggap kardus itu barang biasa, murah, rapuh, mudah rusak, apalagi sering dibuang setelah digunakan. Tapi jika kita pikir lagi, setiap kita berpindah, barang apa nan paling kita andalkan? Atau setiap kali mengirim sesuatu nan berharga, apa nan melindunginya di perjalanan? Kardus,” katanya.
“Dia selalu ada di momen-momen penting, tapi tidak pernah betul-betul dilihat,” lanjutnya.
Dalam pameran itu, Faisal menampilkan total 15 karya nan terdiri dari 11 lukisan, tiga karya patung, dan satu instalasi. Secara keseluruhan, dia menghasilkan nyaris 50 karya sejak mulai berkarya dengan pendekatan tersebut.
Untuk nilai karyanya, Faisal mematok mulai dari Rp8 juta hingga Rp28 juta, tergantung pada ukuran dan kompleksitas pengerjaan. Semua karya dibuatnya sendiri dengan proses nan menyantap waktu berbeda-beda. “Paling sigap dua minggu untuk ukuran kecil, paling lama satu bulan separuh untuk karya nan paling besar,” ungkapnya.
Faisal menjelaskan proses kreatifnya dimulai dari penentuan tema dan konsep sebelum dituangkan jadi visual melalui sketsa di atas kanvas.
“Tahapannya seperti biasa, menentukan tema dulu, lampau konsep, setelah itu diolah di kepala menjadi visual, kemudian sketsa di kanvas, dicat, akhirnya jadi karya,” jelas Faisal.
Melalui pameran ini, Faisal berambisi para visitor dapat merasakan pengalaman emosional ketika memasuki ruang pamer.
“Saya mau setiap orang nan masuk pameran ini terasa seperti masuk ke kepala Carthea, karakter saya ini. Semoga usai keluar dari pameran mereka merasa sedikit lebih ringan, sedikit lebih ditemani di tengah kehidupan nan sudah rancu banget ini,” katanya.
Faisal juga menilai pameran ini dapat menjadi pilihan aktivitas selama liburan sekolah lantaran visual karya dan instalasi nan dekat dengan anak-anak muda dan anak-anak.
“Kalau targetnya anak-anak bisa kena, karena dari segi instalasi visual karya dan toys (mainan) itu visualnya lucu, jadi anak-anak juga suka,” ujarnya.
Adapun rangkaian aktivitas diawali dengan Artist Talk nan dipandu oleh James Luhulima. Pada sesi ini, Faisal membagikan perjalanan kreatifnya mulai dari eksplorasi kardus sebagai medium hingga pada berkembangnya Carthea sebagai representasi pengalaman emosional manusia.
Kegiatan dilanjutkan Mini Workshop & Painting Session nan membujuk peserta mencoba langsung pendekatan berkarya menggunakan cat akrilik dengan support material dari Daler-Rowney.
Acara ditutup dengan Sharing Session dan kunjungan ke Meiro Gallery Jakarta untuk memandang karya Faisal dalam konteks pameran secara utuh. Ke depan, Faisal berambisi pameran tersebut tak berakhir hanya di satu titik, tapi terus berkembang dan menginspirasi banyak seniman muda. “Semoga ke depannya pameran ini bukan berakhir sampai di sini, tetapi bisa ke pameran selanjutnya, dan semoga ini menginspirasi banyak teman-teman, anak muda seniman nan juga lagi berkarya,” tutupnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·