Ilustrasi(magnific)
PENDEKATAN pengobatan kanker di Indonesia sekarang mengalami pergeseran signifikan, dari metode konvensional nan berkarakter umum menjadi terapi nan lebih individual dan tepat sasaran. Karakteristik genetik pasien sekarang menjadi variabel krusial dalam menentukan efektivitas pengobatan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi-Onkologi Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, FINASIM, menjelaskan bahwa setiap perseorangan mempunyai profil biologis nan unik, meskipun menderita jenis kanker nan sama.
"Dulu pendekatan pengobatan kanker lebih banyak menggunakan konsep nan sama untuk semua pasien. Namun sekarang kita memahami bahwa pada jenis kanker nan sama, karakter kankernya bisa berbeda sehingga terapinya juga perlu disesuaikan," ujar Eka dalam konvensi pers penanganan kanker payudara dan kanker paru di Jakarta, dikutip Senin (8/6).
Pentingnya Profil Molekuler
Menurut Eka, pengobatan konvensional sering kali memberikan hasil nan beragam. Ada pasien nan merespons dengan sangat baik, namun ada pula nan hanya mengalami perbaikan minimal alias apalagi tidak menunjukkan respons sama sekali. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakter molekuler dan genetik pada sel kanker setiap pasien.
Dengan memahami profil molekuler, master dapat memprediksi perilaku penyakit dan menentukan strategi terapi nan lebih akurat. Langkah ini dinilai krusial mengingat beban kasus kanker di Indonesia nan terus menunjukkan tren peningkatan.
Data Beban Kanker di Indonesia
| Total Kasus Baru (Globocan 2022) | > 400.000 kasus per tahun |
| Jenis Kanker Tertinggi | Kanker Payudara dan Kanker Paru |
| Proyeksi 2050 | Meningkat 2 hingga 3 kali lipat |
Teknologi NGS dan Terapi Target
Untuk mendukung pengobatan presisi ini, bumi medis sekarang memanfaatkan teknologi Next Generation Sequencing (NGS). Teknologi ini memungkinkan identifikasi beragam perubahan genetik pada sel kanker secara mendalam.
Melalui pemeriksaan NGS, master mendapatkan info rinci mengenai biomarker pasien. Data inilah nan menjadi dasar untuk memilih "terapi target" (targeted therapy), ialah pengobatan nan dirancang unik untuk menyerang karakter molekuler tertentu pada sel kanker tanpa merusak sel sehat secara masif.
"Kombinasi antara pemeriksaan genetik dan terapi nan sesuai diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus memberikan hasil nan lebih baik bagi pasien. Memahami karakter kanker adalah langkah krusial untuk pengobatan nan lebih individual dan presisi," tutup Eka. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·