Ilustrasi(Dok Istimewa)
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembangunan prasarana nan diinisiasi oleh korps kepolisian kudu bisa memberikan solusi konkret serta akibat kemanfaatan nan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat meresmikan 80 unit Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau, nan dipusatkan di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Selasa (7/7/2026).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jejeran nan telah bekerja keras melaksanakan pengarahan dan tugas dari Bapak Presiden. Hari ini kita meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II. Dengan tambahan ini, total jembatan nan telah dibangun Polda Riau mencapai 110 unit,” ujar Listyo melalui keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Listyo menjelaskan bahwa proyek prasarana penyeberangan tersebut merupakan corak penerapan dari petunjuk Presiden Prabowo Subianto agar jejeran Polri tidak hanya berfokus pada kegunaan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga aktif terlibat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah-wilayah nan mempunyai keterbatasan akses geografis.
Menurut Listyo, struktur jembatan nan dibangun bukan sekadar berfaedah sebagai prasarana penghubung bentuk antarwilayah, melainkan menjadi sarana krusial nan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh kualitas kehidupan nan lebih baik. Keberadaan akses transportasi nan memadai dinilai bakal mempermudah mobilitas anak-anak menuju akomodasi sekolah, memperlancar jalur pelayanan kesehatan, sekaligus mempercepat pengedaran komoditas pertanian dan perkebunan.
“Kita mau memastikan masyarakat, khususnya di desa-desa dan wilayah nan selama ini aksesnya terbatas, memperoleh faedah nyata dari pembangunan ini. Dengan konektivitas nan semakin baik, anak-anak lebih mudah bersekolah, masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi dapat tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” ujar Listyo.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi ini bukan sekadar menghadirkan prasarana fisik, melainkan sebuah ikhtiar berbareng untuk memperkuat keterhubungan sosial, memperluas akses pelayanan publik, serta membuka ruang pertumbuhan ekonomi nan lebih merata. Herry menjelaskan bahwa kemajuan suatu wilayah sangat ditentukan oleh kualitas konektivitas, tingkat kepercayaan sosial, serta keahlian masyarakat dalam membangun kerja sama kolektif.
"Karena itu, pembangunan prasarana menjadi fondasi krusial bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Atas nama family besar Polda Riau, kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Bapak Kapolri atas kepemimpinan, keteladanan, dan tunjuk ajar nan telah diberikan kepada kami. Dari beliau kami belajar bahwa keamanan lahir dari kepercayaan, kepercayaan melahirkan partisipasi, partisipasi melahirkan kolaborasi, dan kerjasama bakal melahirkan ketahanan sosial sebagai fondasi kemajuan masyarakat," ujar Herry. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·