Kapolri Gandeng China Buru Dalang Lab Narkoba 1 Ton di Aceh

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta -

Sebanyak 1,2 ton sabu cair methamphetamine sukses diamankan dari pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia nan berlokasi di Pidie, Aceh. Kini, pengendali utama peralatan haram tersebut tengah dicari.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan tim campuran tetap memburu sejumlah orang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan China untuk mencari keberadaan pengendali utama.

"Tim saat ini tetap memburu para daftar pencarian orang alias DPO meliputi pengatur lapangan berinisial Z, ES, J, BR,SS serta berkoordinasi dengan NC City Tiongkok untuk menangkap pengendali utama ialah kerabat LS," kata Suyudi saat konvensi pers di Aceh, Jumat (23/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suyudi menuturkan pihaknya juga bakal memeriksa enam ponsel dari hasil penyergapan nan dilakukan. Dia bakal menerapkan pasal tindak pidana penucian duit (TPPU) dari kasus ini.

"Kami bakal mendalami forensik digital terhadap 6 telepon genggam nan ditemukan di TKP dan menerapkan pasal tindak pidana pencucian duit alias TPPU guna memiskinkan jaringan ini," ujarnya.

Laboratorium tersebut sebelumnya digerebek oleh tim campuran Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Ada dua toko nan disulap menjadi pabrik sabu tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara nan melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

Di dalam ruko di Pidie petugas mengamankan sejumlah tersangka ialah LJ dan F, juga MY, AK dan AY. Dari hasil penggeledahan, tim campuran menemukan peralatan 20 drum sabu cair dan kurang lebih 500 kg sabu kristal. Total peralatan bukti nan sukses diamankan mencapai 1,2 ton bruto.

(dek/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑