Pemalang -
Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bakal mengusut tuntas kasus bullying nan terjadi di wilayahnya. Diketahui, baru-baru ini terjadi kasus perundungan (bullying) nan mengakibatkan seorang bocah SD meninggal dunia.
"Kasus ini bakal diusut secara tuntas agar tidak menimbulkan ruang spekulasi di tengah masyarakat," kata Anggaito dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Pascapenetapan dari Pengadilan Negeri Pemalang terhadap dua Anak nan Berhadapan dengan Hukum (ABH) nan terbukti melakukan perundungan pada 8 Oktober 2026 lalu, Anggaito menyatakan pihaknya tetap terus bekerja untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polres Pemalang bakal melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak lain nan diduga ikut bertanggung jawab dalam perkara ini, seperti pihak rumah sakit ataupun sekolah," jelas Anggaito.
Anggaito menambahkan, penegakan norma secara ahli krusial dilakukan tidak hanya untuk memberikan pengaruh jera terhadap terduga pelaku, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menyebut komitmen Polres Pemalang dalam menuntaskan kasus tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan Commander Wish Kapolri dalam penguatan bagian penegakan hukum.
"Polres Pemalang mengedepankan pendekatan humanis terhadap masyarakat, tetapi tetap bersikap zero tolerance terhadap segala corak tindak kejahatan," tegas Anggaito.
Anggaito mengimbau bahwa penegakan norma nan sedang melangkah juga terintegrasi dengan semangat semboyan Polisi Bersama Masyarakat. "Proses norma melangkah secara profesional, berkeadilan, dan transparan demi menjaga kepercayaan publik," pungkas Anggaito.
(isa/yld)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·