Palembang -
Presiden Prabowo Subianto meminta abdi negara menindak tegas para pelaku pembakaran rimba dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Terdapat 17 tersangka pelaku karhutla di wilayah norma Sumsel.
Dalam rapat di Posko Karhutla Palembang, Sumsel, Senin (24/8/2026), Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho melaporkan hasil penanganan kasus karhutla di wilayahnya. Sandi mengatakan polisi telah menangani 15 laporan polisi (LP) mengenai karhutla dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka.
"Karena karhutla ini simulasi terjadi setiap tahun kami mempersiapkan perihal ini dari awal tahun, misalnya bulan Februari kita melaksanakan aktivitas apel kesiapsiagaan, karhutla sekaligus apel sabuk kambtibmas di Sumsel," kata Sandi dalam rapat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesiapsiagaan penanganan karhutla ini telah dilakukan sejak awal tahun. Selain apel kesiapsiagaan, abdi negara juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di desa-desa.
"Dari aktivitas nan kami pantau dan kami laksanakan saat ini menangani kasus sebanyak 15 LP selama karhutla terjadi dan telah kami tahan 17 tersangka," ujarnya.
Menurut Sandi, pemerintah telah mempunyai patokan nan secara jelas melarang pembakaran rimba dan lahan. Oleh karena itu, patokan tersebut menjadi dasar bagi pokiai untuk mengambil tindakan terhadap pelaku pembakaran.
"Ada Inmendagri larangan jelas sudah dibuat dalam Inpres jadi kami semakin kuat untuk menindaklanjuti," ujarnya.
Setelah mendengarkan laporan tersebut, Prabowo memastikan jumlah pelaku nan telah ditangkap aparat.
"Yang sudah ditangkap berapa?" tanya Prabowo.
"17, Bapak," jawab Sandi.
Prabowo bertanya kepada Sandi untuk menggali motif para pelaku membakar lahan. "Motivasi mereka apa?" tanya Prabowo.
Dalam penjelasan Sandi, berasas pemeriksaan terhadap para tersangka, rata-rata pembakaran dilakukan untuk memudahkan proses pembukaan lahan.
"Motivasi nan sudah kami periksa rata-rata lantaran untuk membuka lahan, memudahkan membuka lahan," ungkap sandi.
Namun Sandi menilai ada motif lain dalam kasus pembakaran lahan. Sandi mencontohkan kasus pembakaran kebun tebu milik PTPN nan terjadi di Sumsel.
Menurut dia, terdapat dugaan bahwa pembakaran tanaman tebu menjelang panen dapat meningkatkan rendemen dan membikin rasa tebu menjadi lebih manis. Padahal, praktik tersebut telah dilarang lantaran dapat menimbulkan akibat terhadap wilayah lain.
"Seperti tadi malam, ada nan ditangkap ada 2 tempat, 1 membuka lahan nan satu lagi lantaran ada kebun tebu punya PTPN ada anomali tebu itu jika sudah waktunya mau dipanen andaikan dibakar, rendemen bakal semakin banyak dan rasanya semakin manis. Tapi itu sudah kami ingatkan sejak awal itu tidak boleh lantaran berakibat pada wilayah lainnya," ujarnya.
"Tadi malam kita tangkap 2 orang dari masyarakat membakar kebun tebu tersebut dan bakal diperiksa sesuai dengan ketentuan nan berlaku," tambah Sandi.
Mendengar laporan tersebut, Prabowo kembali menegaskan agar pelaku pembakaran karhutla tidak dibiarkan. Prabowo meminta abdi negara melakukan penindakan secara tegas terhadap para pelaku penyebab karhutla.
"Itu kudu ditindak tegas ditangkap jika perlu," tegas Prabowo.
(rfs/ygs)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·