Kapolda Sumsel Buka Praops Senpi Musi 2026, Komitmen Berantas Senpi Ilegal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Jakarta -

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Sandi Nugroho membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026. Kegiatan ini digelar sebagai langkah pematangan kesiapan personel Polda Sumsel dan Polres jejeran dalam menghadapi ancaman peredaran senjata api terlarangan di wilayah Sumsel.

Kegiatan berjalan di Mapolda Sumsel, Kamis (11/6/2026). Turut datang mendampingi dalam aktivitas tersebut, Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Dir Samapta, Dansat Brimob, Kabid TIK, Kabid Propam, Kabid Humas, dan Kabid Labfor serta Kapolres jejeran Polda Sumsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irjen Sandi menegaskan keberadaan senjata api terlarangan di tengah masyarakat merupakan ancaman nyata terhadap keamanan dan keselamatan warga. Menurutnya, senpi terlarangan berpotensi memicu gangguan kamtibmas, tindak pidana, hingga bentrok sosial nan dapat membahayakan masyarakat.

"Di kembali setiap senjata api terlarangan nan beredar di masyarakat, mempunyai potensi nan cukup besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat," ujar Irjen Sandi.

Dia menekankan penanggulangan senjata api terlarangan tidak hanya dipandang sebagai tugas penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tanggung jawab Polri dalam melindungi kehidupan masyarakat. Karena itu, Operasi Senpi Musi 2026 kudu dipersiapkan secara matang, terstruktur, dan berkelanjutan.

"Penanggulangan senjata api terlarangan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan," tegasnya.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026Foto: Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 (dok. istimewa)

Dalam kesempatan itu, Irjen Sandi menyampaikan pada tahun 2025 Polda Sumsel sukses mengungkap 41 kasus dan mengamankan 302 senjata api rakitan beragam jenis. Capaian tersebut patut diapresiasi, namun sekaligus menjadi pengingat bahwa peredaran senjata api terlarangan tetap menjadi persoalan serius nan kudu terus diantisipasi.

"Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukan operasi nan disiapkan secara matang, terstruktur, dan berkepanjangan sebagai bukti bahwa negara datang di tengah masyarakat," kata Kapolda.

Menurutnya, Operasi Senpi Musi 2026 merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat dari ancaman senjata api ilegal. Operasi tersebut juga diarahkan untuk menciptakan rasa kondusif masyarakat, sehingga aktivitas pemerintah, pembangunan, dan kehidupan penduduk dapat melangkah dengan baik.

"Operasi Senpi Musi Tahun 2026 ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat dari ancaman senjata api ilegal," ujarnya.

Irjen Sandi menegaskan bahwa operasi kudu dilaksanakan secara profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Keberhasilan operasi, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel, tetapi juga kesiapan, kemampuan, kepekaan, dan produktivitas personil di lapangan.

"Operasi ini kudu dilaksanakan secara profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Keberhasilan operasi ini ditentukan oleh kesiapan, kemampuan, kepekaan, dan produktivitas setiap personel dalam melaksanakan tugas di lapangan," jelasnya.

Dia menyoroti tingkat kerawanan senjata api terlarangan nan cukup tinggi di Sumsel. Kondisi tersebut menuntut jejeran Polda Sumsel dan Polres jejeran kudu bisa memetakan sasaran operasi secara tepat, menindaklanjuti info secara cepat, serta memperkuat koordinasi antar fungsi.

Ia turut menyinggung beberapa peristiwa menonjol nan berangkaian dengan penggunaan senjata api terlarangan di wilayah Sumatera Selatan. Hal tersebut, menurutnya, jadi pengingat bahwa penanganan senpi terlarangan kudu dilakukan secara serius, tidak hanya dalam konteks operasi, tetapi juga sebagai tindak lanjut untuk menjamin rasa kondusif masyarakat.

"Bukan hanya untuk operasi senpinya saja, tetapi juga tindak lanjut untuk bisa menjamin emosi kondusif masyarakat di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan," tegasnya.

Dalam arahannya kepada peserta latihan, Irjen Sandi meminta seluruh personel mengikuti rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan materi, sinergi antar fungsi, solidaritas, integritas, serta kerahasiaan info operasi.

"Jaga integritas, hindari penyalahgunaan wewenang, dan tidak memberikan info operasi kepada pihak nan tidak berkepentingan," ucapnya.

Selain itu, Kapolda meminta seluruh personel memegang teguh prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja tulus agar Operasi Senpi Musi 2026 dapat melangkah efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberikan hasil optimal bagi masyarakat.

"Pegang teguh prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, agar operasi dapat melangkah efektif dan efisien, tepat sasaran, dan memberikan hasil nan optimal bagi masyarakat," ujarnya.

Dia berambisi latihan Pra-Operasi Senpi Musi 2026 menjadi ruang untuk menyamakan langkah, memperkuat persiapan, dan membangun komitmen berbareng seluruh jejeran Polda Sumsel dalam menjaga keamanan Bumi Sriwijaya.

"Tanamkan semangat Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik, ialah datang dengan cepat, tepat, humanis, dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan masyarakat di Sumatera Selatan," ucap Kapolda.

Dengan dibukanya Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan ruang bagi peredaran senjata api ilegal. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk menindak pelaku kejahatan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan rasa kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

(dek/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News