Kapolda Riau Patroli Udara, Pastikan Karhutla Pelalawan Ditangani hingga Tuntas

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Pelalawan -

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan kembali melakukan patroli udara untuk memantau secara langsung perkembangan penanganan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Patroli dilakukan untuk memastikan kebakaran ditangani hingga tuntas.

Patroli kali ini difokuskan di wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, salah satu area nan dalam beberapa hari terakhir menjadi prioritas penanganan tim gabungan. Patroli juga dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan tetap melangkah meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Riau.

"Hari ini saya kembali memandang langsung dari udara perkembangan penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Pelalawan. Kita mau memastikan seluruh upaya di lapangan tetap melangkah maksimal dan tidak ada kelengahan, terutama pada letak nan tetap mengeluarkan asap alias mempunyai potensi bara," kata Irjen Herry, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Penanganan Karhutla Polres Pelalawan hingga pukul 10.30 WIB, penanganan kebakaran di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, telah memasuki hari kesembilan.

Dari total area terdampak seluas 967,69 hektare, tim campuran telah sukses melakukan pemadaman pada sekitar 957,54 hektare. Sementara sekitar 10,15 hektare tetap mengeluarkan asap dan saat ini menjadi konsentrasi proses pendinginan.

Pada pemantauan Senin (31/8) pagi juga terdeteksi satu hotspot kategori medium di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian tim meskipun secara umum sebagian besar area terdampak telah sukses ditangani.

Herry menegaskan, munculnya satu hotspot menjadi pengingat bahwa seluruh unsur di lapangan belum boleh mengendurkan kewaspadaan. Terlebih, karakter lahan di sejumlah wilayah Pelalawan memungkinkan bara memperkuat dan kembali memunculkan asap andaikan pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Sekalipun api di permukaan sudah tidak terlihat, pekerjaan belum selesai. nan kudu kita pastikan adalah bara betul-betul padam. Karena itu, pendinginan kudu dilakukan sampai tuntas dan titik nan tetap mengeluarkan asap kudu terus diawasi," ujarnya.

Sebanyak 289 personel campuran saat ini tetap dikerahkan dalam penanganan Karhutla di Desa Rantau Baru. Kekuatan tersebut terdiri dari 55 personel Polri, 46 personel TNI, serta personel BPBD, Damkar Kabupaten Pelalawan, regu pemadam kebakaran perusahaan, Masyarakat Peduli Api dan masyarakat setempat.

Operasi di lapangan turut diperkuat satu helikopter water bombing, enam unit perangkat berat, puluhan mesin pompa pemadam dan mini striker, jaringan selang pemadam, serta drone surveillance untuk membantu pemantauan area terdampak. Menurut Kapolda, besarnya kekuatan nan tetap dipertahankan di lapangan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan penanganan tidak berakhir hanya setelah api sukses dikendalikan.

"Kita pertahankan kekuatan di lapangan lantaran targetnya bukan sekadar memadamkan api. Kita kudu memastikan tidak terjadi kebakaran ulang," lanjutnya.

"Tim darat bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara dari udara kita lakukan pemantauan serta support water bombing pada letak nan membutuhkan," sambungnya.

Kapolda juga mengapresiasi seluruh personel dan unsur campuran nan tetap bekerja di lapangan. Menurutnya, penanganan Karhutla di Riau merupakan kerja kolektif nan memerlukan konsistensi dan kerjasama seluruh pihak.

Menurutnya, dalam penanganan Karhutla, Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, bumi usaha, MPA dan masyarakat nan ikut terlibat dan berjibaku bersama.

Irjen Herry Heryawan menegaskan, dirinya berbareng Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo berkomitmen untuk terus mengawal penanganan Karhutla di Riau hingga seluruh titik betul-betul tertangani.

"Sejak awal saya dan Pak Pangdam sudah berkomitmen, penanganan Karhutla ini kita kerjakan bersama-sama sampai tuntas. TNI-Polri bakal terus berada di lapangan berbareng seluruh stakeholder, saling menguatkan dan memastikan setiap titik nan tetap memerlukan penanganan tidak terabaikan," tegas Herry.

Ia mengatakan, komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat seluruh personel nan hingga sekarang tetap berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lapangan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel nan sampai hari ini tetap berada di lapangan. Tetap jaga keselamatan, jaga kesehatan, dan tuntaskan pekerjaan ini bersama-sama," pungkasnya.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑