Kapolda Metro Tanam Pohon: Green Policing Harus Dimulai dari Lingkungan Internal

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto menanam pohon mendukung Green Policing. Menurutnya, aktivitas Green Policing kudu dimulai dari lingkungan internal.

Dalam aktivitas tersebut, Komjen Dadang menanam pohon jenis glodokan tiang di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/10/2026). Pohon glodokan tiang alias nan berjulukan latin Polyalthia longifolia merupakan tanaman pelindung berbentuk tiang tegak lurus.

Pohon nan juga dijenal sebagai Monoon longifolium ini sangat terkenal digunakan sebagai penghijauan di area perkotaan dan pekarangan rumah. Pohon evergreen asal India ini disukai lantaran pertumbuhannya nan meninggalkam kesan rapi tanpa memerlukan banyak ruang horizontal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari aktivitas Green Policing nan merupakan bagian dari Quick Wins 1 'Ruang Publik Aman' dalam Program Prioritas 100 Hari Kapolri sejalan dengan visi 'Polisi Bersama Masyarakat'.

"Saya mau menegaskan bahwa Green Policing kudu kita mulai dari lingkungan internal terlebih dahulu. Setelah penerapannya melangkah dengan baik, barulah kita membujuk masyarakat untuk melaksanakan aktivitas serupa," ujar Komjen Dadang dalam apel nan digelar Jumat (16/10/2026).

Dalam upaya mendukung program Green Policing ini, dia meminta digelar lomba kebersihan antarsatuan kerja nan mencakup lingkungan markas komando, kantor, dan toilet. Pembagian sektor kebersihan juga dilakukan agar setiap satuan kerja mempunyai tanggung jawab menjaga lingkungannya tetap bersih dan bebas dari penumpukan sampah.

Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Ajak Personel Peduli Lingkungan, Jumat (16/10/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto melaksanakan penanaman phon.Gaungkan Green Policing, Kapolda Metro Jaya Ajak Personel Peduli Lingkungan, Jumat (16/10/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto melaksanakan penanaman phon. Foto: dok. Polda Metro Jaya

Dia berpendapat, pengelolaan sampah kudu menjadi perhatian, melalui pemilahan sampah plastik, organik, serta bahan rawan dan berbisa sesuai karakteristiknya. Dia juga meminta pemanfaatan biopori untuk sampah organik sesuai ketentuan teknis serta kedisiplinan personel membuang sampah dan puntung rokok pada tempatnya.

"Area unik merokok perlu disediakan untuk mengurangi paparan asap terhadap orang lain," jelasnya.

Adapun, rangkaian aktivitas Green Policing juga diisi dengan kerja hormat membersihkan lingkungan dan penanaman 25 pohon sebagai bagian dari penghijauan di lingkungan Polda Metro Jaya. Dadang menyoroti persoalan sampah dan banjir sebagai tantangan lingkungan di Jakarta.

Dia mengatakan, program bakal dikembangkan berbareng pemerintah daerah, lembaga mengenai berbareng dan masyarakat. Hal ini untuk mendukung pengelolaan sampah, penghijauan, serta pengurangan akibat banjir.

Pada kesempatan nan sama, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto ikut memberikan pendapat. Katanya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

"Melalui Green Policing, kami mau datang berbareng masyarakat menjaga lingkungan dan menciptakan ruang nan lebih nyaman. Ini bagian dari semangat Polisi Bersama Masyarakat," ujar Kombes Budi.

Green Policing sebelumnya dipopulerkan oleh Polda Riau di masa kepemimpinan Kapolda Komjen Herry Heryawan nan sekarang menjabat sebagai Kabaharkam Polri. Program Green Policing ini menjadi salah satu quick wins Program 100 Hari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

(tsy/mea)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑